Sleman,korantimes.com-Departemen Keperawatan Medikal Bedah FKKMK UGM melakukan penyuluhan kesehatan manajemen osteoporosis. Kegiatan berlangsung di Padukuhan Kwagon, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Sleman.
Kegiatan yang mengangkat tema manajemen osteoporosis dihadiri kurang lebih dari 50 lansia dibekali dengan berbagai materi terkait osteoporosis. Dalam kegiatan ini tim pengabdian juga menggandeng perawat dari Rumah Sakit Akademik UGM dan dari Pueskesmas Godean II.
Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB dari Departemen Keperawatan Medikal Bedah FKKMK UGM menyampaikan bahwa materi terkait pengenalan osteoporosis, aspek gizi untuk pencegahan osteoporosis hingga modifikasi aktivitas untuk lansia menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang osteoporosis.
Selanjutnya, ia menyampaikan osteoporosis merupakan ancaman kesehatan global yang sering kali terabaikan karena sifatnya yang asimtomatik, sehingga dijuluki sebagai the silent disease.
“Osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala yang nyata hingga terjadi kerusakan yang signifikan,” Ungkap Arifin Triyanto. Kamis (27/8/2026).
Pihaknya, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari International Osteoporosis Foundation (IOF), diperkirakan sekitar 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas usia 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis di sisa hidup mereka. Secara total, kondisi ini diperkirakan memengaruhi lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia.
“Di wilayah Asia, termasuk Indonesia, tren ini menunjukkan peningkatan yang signifikan akibat pergeseran gaya hidup dan peningkatan angka harapan hidup. Proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2050, lebih dari setengah kasus patah tulang panggul di seluruh dunia akan terjadi di wilayah Asia,”tukasnya.
Tingginya angka prevalensi ini, kata Arifin Triyanto, bahwa osteoporosis bukan lagi sekadar risiko individu, melainkan beban kesehatan global yang memerlukan perhatian serius dalam strategi pencegahan dan deteksi dini.
Arifin, selaku ketua tim pengabdian juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud tridharma perguruan tinggi dengan terjun langsung ke masyarakat yang dikemas dalam edukasi kesehatan tentang osteoporosis.
“Kegiatan bertujuan dapat membantu masyarakat dalam pencegahan dan penanganan awam dengan keluhan osteoporosis,” Tukasnya.
Kegiatan serupa, lanjut, akan terus dilakukan oleh tim pengabdian untuk membantu masyarakat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Kegiatan ini tentunya mendukung capaian SDGs 3 Kehidupan yang sehat dan sejahtera.
“Hal ini tentunya juga mendukung ketercapaian SDGs 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan,” Urainya.
Sementara, Sukiman selaku Kepala Dukuh Kwagon menyampaikan harapannya terkait kegiatan penyuluhan agar dapat dimanfaatkan untuk menambah pemahaman tentang osteoporosis sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
