PAMEKASAN,korantimes.com-Kampus Universitas Madura, terus mendorong meningkatkan kualitas akademik melalui kuliah tamu yang berlangsung di kampus setempat. Kamis 6 November 2025.
Kegiatan akademik inspiratif tersebut digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura dengan mengangkat tema “Tertib Berbahasa dengan Kaidah Bahasa Indonesia yang Benar”.
Kegiatan kuliah tamu menghadirkan Awaluddin Rusiandi, M.A. dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber utama, dan Ainur Rofiq Hafsi, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Madura, sebagai moderator. Sementara peserta dihadiri ratusan Mahasiswa Kampus Universitas Madura.
Dr. Moh Zayyadi, M.Pd. Dekan FKIP Universitas Madura, menegaskan kegiatan kuliah tamu bagian dari strategi FKIP dalam meningkatkan profesionalisme mahasiswa sebagai calon pendidik bahasa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga pemahaman praktis tentang pentingnya bahasa Indonesia sebagai sarana berpikir, berkomunikasi, dan beridentitas nasional,” ungkap Dr. Moh Zayyadi.
Selain menambah wawasan linguistik, kata Dr. Moh Zayyadi, kuliah tamu ini juga menjadi wadah untuk mempererat kerja sama antara FKIP Universitas Madura dan Balai Bahasa Jawa Timur dalam pengembangan literasi dan kemahiran berbahasa di lingkungan akademik.
“Saya berharap dengan kegiatan kuliah tamu Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dapat terus mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik, benar, dan berkarakter, sejalan dengan visi FKIP Universitas Madura dalam mencetak pendidik profesional dan berintegritas tinggi,”harap Dr. Moh Zayyadi.
Awaluddin Rusiandi, sebagai narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur mengajak mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya ketertiban berbahasa sesuai kaidah, baik dalam konteks akademik maupun komunikasi publik.
“Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga cerminan kecerdasan dan karakter bangsa. Mahasiswa, khususnya calon guru, perlu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang santun dan sesuai kaidah,” ujarnya.
.
