JAKARTA,korantimes.com-Ambarjaya, Sukabumi Mahasiswa Universitas Trisakti yang tergabung dalam Tim KUM-ITT Desa Ambarjaya 2026 melaksanakan Program Branding UMKM Rengginang pada 9 Juli 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung produk lokal agar memiliki identitas yang lebih kuat, tampilan yang lebih menarik, serta peluang pemasaran yang lebih luas.
Program tersebut berangkat dari kondisi produk rengginang yang masih dipasarkan secara sederhana. Kemasan yang kurang menarik, belum adanya identitas merek, serta promosi yang masih terbatas menjadi tantangan bagi produk untuk bersaing dengan produk sejenis.
Melalui kegiatan branding, Tim KUM-ITT Desa Ambarjaya 2026 memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya membangun identitas produk. Pendampingan meliputi penentuan nama merek, pembuatan logo, perancangan desain kemasan, serta penambahan informasi produk pada label.
Ketua Penanggung Jawab Program Branding UMKM Rengginang, Tantry, menyampaikan bahwa rengginang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan desa yang dikenal lebih luas.
“Rengginang bukan hanya produk camilan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Melalui branding yang tepat, kami berharap produk ini memiliki identitas yang kuat, lebih mudah dikenali konsumen, dan mampu meningkatkan nilai jual bagi pelaku UMKM,” ujar Tantry.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Trisakti, Makmur Iknu Wijaya, S.Sn., M.Ds. Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan identitas merek dan kemasan, tetapi juga memperkenalkan strategi promosi melalui media sosial dan pemasaran digital.
“Melalui strategi pemasaran digital, produk UMKM rengginang diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujar Makmur.
Strategi promosi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menjangkau berbagai kelompok konsumen, mulai dari masyarakat sekitar, wisatawan, mahasiswa, pekerja, toko oleh-oleh, hingga konsumen yang berbelanja melalui marketplace.
Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, menyampaikan apresiasi atas program pendampingan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Trisakti.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas Trisakti atas pendampingan dan bantuan yang telah diberikan. Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ambarjaya serta membantu produk UMKM lokal berkembang dan dikenal lebih luas,” ujar Eman Suherman.
Kegiatan KUM-ITT Universitas Trisakti di Desa Ambarjaya diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan turut mendukung kemandirian ekonomi serta pengembangan potensi lokal di wilayah Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, melalui penerapan ilmu pengetahuan, desain, dan teknologi tepat guna.
