PASURUAN, korantimes.com – Aliansi mahasiswa se-kawasan Tapal Kuda menyatukan suara. Dalam _Tapal Kuda Youth Summit 2026_ di Aula Utama UNU Pasuruan, Selasa (8/9), mereka mendesak pengawalan serius terhadap isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan struktural di Indonesia.

Kegiatan terdebut mengusung tema _”Menakar Keadilan: Respon Kritis & Peran Strategis Generasi Muda NU terhadap Isu Pelanggaran HAM di Indonesia”. Forum ini menjadi ruang konsolidasi BEM, Omek, Banom NU, hingga organisasi kepemudaan se-Pasuruan Raya.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi menegaskan pemuda tidak boleh berhenti di ruang diskusi.

“Generasi muda dihadapkan tantangan nyata: ketimpangan ekologis, perampasan ruang sipil, hingga kasus struktural yang mandek hukumnya. Mahasiswa dan pemuda NU harus jadi penyeimbang kritis dan menuntut akuntabilitas,” tegas Ubaidillah.

Ia menyorot kasus penganiayaan oknum aparat terhadap warga sipil di Pasuruan sebagai potret rapuhnya perlindungan HAM. Ia mendesak kasus itu diusut tuntas tanpa pandang bulu.

Senada, Korda Tapal Kuda BEM PTNU Jatim, Mudassir menyebut konsolidasi ini penting agar pergerakan di Tapal Kuda punya daya tawar kuat.

“Kawasan Tapal Kuda punya problematika khas. Kita harus proaktif memetakan potensi pelanggaran HAM di daerah masing-masing, bukan hanya reaktif,” ujarnya.

Acara ini menghadirkan narasumber strategis seperti Tenaga Ahli Kementerian HAM Feri Malik Kusuma, perwakilan KPU Jatim, DPRD Jatim, dan pimpinan UNU Pasuruan.

READ  Hari Bhayangkara, Moh. Khairi: Momentum Polri Tingkatkan Kepercayaan Publik

Forum ditutup dengan komitmen bersama melahirkan resolusi advokasi Tapal Kuda dan menjaga keberpihakan pada rakyat.