JAKARTA, korantimes.com. Sebagai bagian dari rekomendasi dalam Acara Silaturahmi Nasional Pengasuh Pesantren se-Indonesia yang diselenggarakan oleh RMI PBNU dalam rangkaian Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama, sosok Gus muda asal Prajjan, Kabupaten Sampang, dinilai layak mendapat perhatian nasional. Acara tersebut berlangsung di Hotel Sultan Jakarta dan menjadi momentum penting konsolidasi pemikiran pesantren menuju abad kedua NU. Sabtu (31/1/26).

Gus muda yang dikenal dengan nama Muhammad Iqbal Maksum, S.Kom., M.M. ini mulai mencuri perhatian publik melalui gagasan dan pandangannya tentang masa depan pendidikan pesantren di Indonesia. Dengan latar belakang keilmuan pesantren yang kuat serta pemahaman manajerial dan teknologi, beliau sebagai representasi generasi penerus ulama yang visioner, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Dalam berbagai kesempatan, beliau menegaskan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan keilmuan generasi bangsa. Pesantren, menurutnya, bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral, sosial, dan kebangsaan yang telah terbukti memberikan kontribusi besar bagi perjalanan sejarah serta pembangunan Indonesia.

“Peran pesantren di Indonesia sangatlah penting, maka perkembangan pesantren baik dari metode pembelajaran, kurikulum, media, dan lainnya juga sangat diperlukan agar pendidikan di pesantren bisa terus mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Muhammad Iqbal Maksum.

Pihaknya, berkomitmen kuat terhadap kemajuan pesantren yang tetap berakar pada tradisi, nilai, dan kearifan lokal.

READ  Polres Pamekasan Menyerahkan BB Gelang Emas Hasil Ungkap Kasus Jabret di Plakpak

Lebih lanjut, Gus muda Prajjan menekankan bahwa inovasi pesantren tidak berarti meninggalkan identitas keislaman dan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Justru, penguatan kurikulum yang adaptif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta pengembangan metode pembelajaran kontekstual dipandang sebagai jembatan strategis antara tradisi pesantren dan tantangan global. Dengan semangat tersebut, kehadiran Gus muda dari Prajjan Sampang ini diharapkan mampu menjadi inspirasi nasional dalam mendorong pesantren yang unggul, relevan, dan berdaya saing untuk Indonesia masa depan.