PAMEKASAN, KORAN TIMES-Keamanan dan keselamatan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) belum sesuai dengan Standar Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Penyampaian tersebut disampaikan Pj Bupati Pamekasan, Masrukin pada saat menghadiri peresmian SGMRP. Renovasi sarana olahraga yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 72,10 miliar.

Pj Bupati Pamekasan, Masrukin menyampaikan secara umum SGMRP sudah siap digunakan, namun ada beberapa rekomendasi dari FIFA yang harus ditindaklanjuti pemerintah daerah, salah satunya tidak adanya pintu keluar darurat di sisi tribun penonton.

“Ini nanti kita pikirkan ulang bagaimana formatnya. Nanti kita tindak lanjuti. Termasuk beberapa fasilitas penunjang yang harus diperbaiki,” ujarnya. Selasa (17/3/2025).

Sementara Sapto Wahyono, petugas keselamatan dan keamanan Madura United mengungkapkan, selain harus ada pintu keluar darurat, perlu dilakukan penilaian ulang dari pihak kepolisian sebelum menyelenggarakan pertandingan.

“Kami sudah sampaikan ke pemerintah daerah setempat agar dalam waktu satu atau dua bulan ke depan untuk dimaksimalkan membuat empat pintu keluar darurat,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya berharap Pemkab Pamekasan segera melakukan perubahan tarif retribusi stadion. Pihaknya menilai angka Rp90 juta terlalu tinggi jika dibandingkan stadion lain yang setara.

“Jadi kalau di Gresik kita ini bisa Rp40 juta dan di Bangkalan sekitar Rp30 juta untuk satu kali pertandingan,” Tukasnya.

READ  Pamekasan Butuh Perda Penyelenggaraan Olahraga