Palangka Raya, korantimes.com– Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Jalan Panenga Raya, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat.(16/03/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan narasumber terkait implementasi nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan media sosial dan arus informasi digital yang dinilai dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.
Peserta tersebut menyoroti maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa sehingga mempertanyakan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan di era digital saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Andina Thresia Narang selaku narasumber menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus bangsa dan penjaga masa depan Indonesia. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi pelopor persatuan dengan menggunakan media sosial secara bijak, menyebarkan informasi positif, serta menjaga toleransi dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Generasi muda jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Mereka harus menjadi agen perubahan yang mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, peserta lain menyoroti kondisi keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia yang dinilai membutuhkan penguatan rasa persatuan agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Dalam pertanyaannya, peserta meminta penjelasan mengenai cara menanamkan semangat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Menjawab pertanyaan tersebut, Andina Thresia Narang menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Ia menekankan pentingnya membangun sikap saling menghormati, memperkuat toleransi, dan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini melalui pendidikan, kegiatan sosial, serta budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.
“Indonesia berdiri karena keberagaman. Oleh sebab itu, kita harus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan saling menghormati dan menjaga persaudaraan antar sesama anak bangsa,” katanya.
Selain itu, peserta lainnya juga menanyakan mengenai relevansi nilai gotong royong di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin individualis. Menurut peserta, perkembangan zaman dan kesibukan masyarakat saat ini membuat budaya kebersamaan mulai berkurang di lingkungan sosial.
Menanggapi hal tersebut, Andina Thresia Narang menjelaskan bahwa nilai gotong royong tetap relevan dan menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia. Ia mengatakan bahwa budaya gotong royong dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian antarwarga, serta membantu menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
“Gotong royong adalah kekuatan bangsa kita sejak dahulu. Nilai ini harus terus dijaga karena mampu mempererat hubungan sosial dan memperkuat persatuan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini berlangsung dengan suasana hangat dan penuh dialog konstruktif. Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin kuat dan mampu menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
