OPINI-Pernah merasa puasa itu cuma soal menahan lapar dari subuh sampai magrib? Kalau kita bedah kitab Minhajul Muslim, ternyata ada rahasia besar di balik rasa lemas kita.

​Puasa bukan sekadar ritual, tapi sebuah investasi “kelas sultan” yang punya banyak keuntungan. Mari kita lihat satu per satu apa saja keistimewaan yang sudah disiapkan untuk kita.

Pertama, puasa adalah Junnatun atau perisai. Rasulullah SAW menyebutkan dalam hadis bahwa puasa berfungsi sebagai benteng kokoh yang melindungi kita dari panasnya api neraka.

​Ibarat memakai baju zirah di medan perang, puasa menjaga jiwa kita agar tidak gampang ditembus oleh godaan hawa nafsu. Dengan puasa, kita belajar mengendalikan diri dari hal-hal yang bikin kita berdosa.

​Kedua, puasa memberikan perlindungan jarak jauh yang luar biasa. Ada janji Allah dalam hadis yang menyebutkan bahwa satu hari puasa dengan ikhlas punya dampak yang sangat dahsyat.

​Siapa yang puasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun. Bayangkan, itu baru satu hari, bagaimana kalau kita puasa sebulan penuh?

​Angka 70 tahun ini menunjukkan betapa Allah sangat menghargai setiap tetes keringat dan rasa haus kita. Jarak yang sangat jauh itu menjadi bukti cinta-Nya kepada orang yang mau menahan diri.

​Ketiga, orang yang berpuasa memiliki “jalur langit” yang sangat prioritas. Dalam ajaran Islam, doa orang yang sedang berpuasa memiliki garansi khusus untuk dikabulkan.

READ  KOHATI dan Konsep Independent Women Menuju Muslimah Insan Cita

​Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak (Dakwatuna laa turaddu). Ini adalah kesempatan emas buat kita yang punya banyak hajat atau sedang menghadapi masalah berat.

​Waktu yang paling mustajab adalah saat detik-detik menjelang berbuka. Di saat tubuh kita paling lemah, di situlah sinyal doa kita ke langit justru sedang berada di posisi paling kuat.

​Keempat, ada fasilitas eksklusif di surga bernama pintu Ar-Rayyan. Pintu ini bukan pintu sembarangan karena punya aturan akses yang sangat ketat dan istimewa.

​Berdasarkan hadis Nabi, pintu Ar-Rayyan hanya boleh dilewati oleh orang-orang yang rajin berpuasa. Tidak ada orang lain, dari golongan ibadah mana pun, yang diizinkan masuk lewat jalur ini.

​Nanti di hari kiamat, akan ada panggilan khusus: “Mana orang-orang yang berpuasa?” Di saat itulah kaum Shoimun akan berdiri dan melangkah dengan bangga menuju pintu VIP tersebut.

​Begitu rombongan ahli puasa sudah masuk semua ke dalam surga, pintu Ar-Rayyan akan langsung dikunci rapat-rapat. Tidak ada akses tambahan bagi siapa pun yang tidak punya “tiket” puasa.

​Jadi, mulai sekarang, jangan lagi melihat puasa sebagai beban yang melelahkan. Lihatlah sebagai cara kita mencetak tiket VIP untuk mendapatkan perisai, jarak aman dari neraka, dan akses eksklusif ke surga!

Penulis:Edi Sugianto, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tulisan opini ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak termasuk tanggung jawab redaksi Koran Times.

Rubrik opini di koran Times terbuka untuk umum. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata.

Harap sertakan riwayat hidup singkat, foto diri, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Kirimkan tulisan ke email: timeskoran@gmail.com