PAMEKASAN, korantimes.com– Persoalan kebersihan masih menjadi tantangan dalam pengelolaan pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan untuk terus meningkatkan kebersihan di sejumlah pasar yang berada di bawah naungan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengatakan persoalan kebersihan merupakan hal yang umum terjadi di pasar tradisional. Sebab, pasar merupakan ruang publik yang menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai kalangan.
“Permasalahan semua pasar di kabupaten mana pun hampir sama, yaitu terkait kebersihan. Karena pasar merupakan tempat publik dan menjadi tempat pertemuan semua orang,” katanya. Senin (5/10/2026)
Menurutnya, untuk mengurangi persoalan tersebut, Disperindag telah menjalankan program kerja bakti secara rutin di seluruh pasar yang berada di bawah pengelolaan Pemkab Pamekasan.
Program kerja bakti tersebut dilaksanakan setiap satu minggu sekali dan sudah berjalan hampir satu tahun. Selain itu, intensitas pembersihan juga ditingkatkan dengan menyasar pasar pada pagi dan siang hari setelah aktivitas perdagangan selesai.
“Alhamdulillah, dengan adanya program kerja bakti tersebut, kondisi semua pasar yang berada di bawah naungan Pemkab Pamekasan menjadi lebih baik dari sisi kebersihan,” ujarnya.
Namun, Handiko mengakui persoalan sampah tidak hanya berasal dari aktivitas pasar. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat sekitar juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) pasar.
Ia menyebut, masih terdapat masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke TPS pasar. Kondisi tersebut membuat volume sampah di kawasan pasar menjadi berlebih.
“Kadang kurangnya kesadaran masyarakat sekitar pasar juga menjadi persoalan. Sampah rumah tangga mereka dibuang ke TPS pasar sehingga volume sampah selalu berlebih,” jelasnya.
Ke depan, Disperindag Pamekasan akan terus memperkuat sarana dan prasarana pendukung kebersihan pasar. Di antaranya penambahan bak sampah serta kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah dari masing-masing zona menuju TPS pasar.
Menurut Handiko, pemenuhan sarana tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar pengelolaan kebersihan pasar dapat berjalan lebih optimal.
“Semua kebutuhan sarana dan prasarana harus dipenuhi, seperti bak sampah dan motor roda tiga untuk mengangkut sampah per zona ke TPS pasar. Semua itu tentunya harus ditunjang dengan anggaran yang memadai,” pungkasnya.
Pewarta:Bahrul
Editor:Hasbullah
