Katingan,korantimes.com– Anggota MPR RI Andina Thresia Narang melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada 29 Maret 2026 di Kediaman Ketua DPC Partai NasDem Samba Danum, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, kader partai, serta warga setempat yang antusias mengikuti dialog kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut, Andina Thresia Narang menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan sebagai pondasi dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat.

Menurutnya, penyebaran hoaks atau berita bohong saat ini menjadi salah satu ancaman serius yang dapat memecah belah persatuan masyarakat apabila tidak disikapi dengan bijak.

Dalam penyampaiannya, Andina menjelaskan bahwa hoaks dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan anak muda, mahasiswa, hingga orang tua. Oleh sebab itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun aplikasi percakapan digital.

“Di era digital saat ini, masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Kita harus membiasakan diri untuk memeriksa informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain,” ujar Andina Thresia Narang.

Ia juga mengajak generasi muda dan mahasiswa untuk menjadi pelopor literasi digital di lingkungan masing-masing dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya hoaks, ujaran kebencian, serta informasi provokatif yang dapat memicu perpecahan.

READ  Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Palangka Raya Perkuat Nilai Huma Betang dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa melalui penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.

Selain itu, Andina menegaskan bahwa nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perkembangan informasi di era modern.

“Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, budaya tabayyun atau mencari kebenaran informasi harus terus dibiasakan,” tambahnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran terkait mudahnya penyebaran berita bohong di lingkungan keluarga maupun masyarakat, terutama melalui grup media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Menanggapi hal tersebut, Andina mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menggunakan media sosial serta mengutamakan komunikasi yang baik dan edukatif di lingkungan keluarga.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan diskusi interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan bang sa serta mampu membentengi diri dari pengaruh negatif hoaks demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.