PAMEKASAN, korantimes.com– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura (UNIRA) melakukan silaturahmi sekaligus diskusi dengan Wakil Bupati Pamekasan, Rabu (13/5/2026). Pertemuan itu membahas tata kelola pemerintahan desa hingga penguatan program SIP Pak Kades.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyoroti pentingnya pemerintahan desa yang transparan, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Peningkatan kapasitas aparatur desa dinilai menjadi kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif.

BEM FIA UNIRA juga mendorong penguatan program SIP Pak Kades sebagai upaya modernisasi sistem administrasi dan pelayanan desa agar lebih tertata serta terbuka kepada masyarakat.

Tak hanya itu, mahasiswa turut menawarkan program Sekolah Tata Kelola Pemerintahan Desa sebagai bentuk kontribusi nyata.

Program tersebut dirancang untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada aparatur desa, mulai dari administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan desa, pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi.

Gubernur BEM FIA UNIRA, Moh Rianto mengatakan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan gagasan terhadap persoalan pemerintahan di daerah.

“Kami berharap program ini menjadi langkah kolaboratif antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Sukrianto mengapresiasi gagasan yang dibawa mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dan kalangan akademisi penting dalam menghadirkan inovasi bagi pemerintahan desa.

“Pemerintah daerah mendukung program positif yang bertujuan meningkatkan tata kelola pemerintahan desa agar semakin profesional dan maksimal dalam melayani masyarakat,” katanya.

READ  Usai Idul Fitri 2026, Pemkab Pamekasan Terapkan WFA Selama Tiga Hari

Pertemuan berlangsung hangat dan ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah demi mewujudkan desa yang maju dan mandiri.