PAMEKASAN,korantimes.com– Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura bekerja sama dengan Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia (APSI) menyelenggarakan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) angkatan V sebagai bagian dari upaya mencetak advokat yang berintegritas, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Jum’at 31 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 9 Agustus 2026 di Aula Fakultas Syariah UIN Madura. (31/07/2026)

Sementara kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekjen DPP APSI dan jajaran, pengurus DPW dan DPC, jajaran pimpinan Fakultas Syariah UIN Madura, narasumber, serta sekitar 28 orang peserta Pendidikan Profesi Advokat yang berasal dari berbagai daerah.

Ketua Panitia PPA, Abd. Waris, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pendidikan Profesi Advokat merupakan wujud sinergi antara dunia akademik dan organisasi profesi dalam menyiapkan calon advokat yang memiliki kompetensi, integritas, dan etika profesi.

“Melalui Pendidikan Profesi Advokat ini, kami berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh bekal keilmuan dan keterampilan praktik hukum, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi kode etik advokat, serta mampu memberikan pelayanan hukum yang profesional dan berkeadilan kepada masyarakat,” ujar Abd. Waris.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP APSI, Sulaisi Abdurrazaq, menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Advokat merupakan tahapan penting bagi para sarjana hukum maupun sarjana syariah yang ingin menekuni profesi advokat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

READ  Prodi Magister Ekonomi Syariah IAIN Madura Berhasil Raih Akreditasi Baik Sekali 

“Program ini tidak hanya membekali peserta dengan pemahaman teori dan praktik hukum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, independensi, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat,” ucap Sulaisi Abdurrazaq, yang ini menjadi dosen di Kampus UIN Madura.

Melalui kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Madura dan APSI, ia berharap lahir advokat-advokat yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta komitmen dalam menegakkan keadilan dan supremasi hukum.

Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Calon Advokat yang Berintegritas, Kompeten, dan Berakhlak Mulia,” menurut Sulaisi Abdurrazaq, menjadi salah satu bentuk komitmen UIN Madura dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang hukum sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan organisasi profesi.

“Pendidikan Profesi Advokat ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia praktik hukum, menjunjung tinggi kode etik advokat, serta memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia,” Harap Sulaisi Abdurrazaq.

Selama pelaksanaan yang berlangsung dari 31 Juli hingga 9 Agustus 2026, para peserta akan memperoleh berbagai materi mengenai profesi advokat, hukum acara, kode etik advokat, teknik beracara, hingga penguatan kapasitas profesi yang disampaikan oleh akademisi, praktisi hukum, dan para advokat berpengalaman.