Sidoarjo,korantimes.com-Program pembukaan akses pendidikan bagi warga putus sekolah yang digagas Partai Golkar Sidoarjo, mendapat apresiasi dari kalangan aktivis di Kabupaten Sidoarjo. Langkah tersebut dinilai sebagai jawaban atas aspirasi yang selama ini terus disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat sipil terkait pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Selama bertahun-tahun, para aktivis dan pemuda di Sidoarjo kerap mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar menghadirkan terobosan yang mampu menjangkau masyarakat yang terpaksa menghentikan pendidikan akibat faktor ekonomi maupun kondisi sosial lainnya. Pendidikan dipandang sebagai hak dasar warga negara sekaligus instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Aktivis Sidoarjo, Dandi Amar, menilai langkah cepat yang diambil Adam Rusydi melalui Partai Golkar Sidoarjo patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan terhadap masa depan generasi muda dan masyarakat yang membutuhkan kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan.

“Apa yang dilakukan Mas Adam Rusydi melalui Golkar Sidoarjo hari ini merupakan harapan yang selama ini banyak disuarakan oleh aktivis dan pemuda di Sidoarjo. Kami sering menyampaikan pentingnya akses pendidikan yang lebih luas kepada pemerintah daerah. Alhamdulillah, kini ada langkah konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Dandi Amar.

Menurutnya, persoalan putus sekolah tidak bisa dipandang sebagai masalah individu semata, melainkan tantangan pembangunan daerah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Karena itu, program pendidikan bagi warga putus sekolah merupakan bentuk investasi sosial yang akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

READ  Awiek Kenakan Kemeja Biru Saat Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Bupati ke PAN

“Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga yang sebelumnya kehilangan kesempatan belajar kembali memperoleh akses pendidikan, maka kita sedang membuka peluang lahirnya sumber daya manusia yang lebih unggul dan produktif,” lanjutnya.

Dandi juga mengapresiasi komitmen Adam Rusydi yang tidak hanya hadir dalam ruang politik, tetapi juga menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa politik dapat menjadi instrumen perubahan sosial yang nyata ketika diarahkan untuk menjawab kebutuhan rakyat.

“Kami berharap program ini dapat terus diperluas dan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah. Dengan kolaborasi yang kuat, cita-cita mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata di Sidoarjo akan semakin mudah tercapai,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa program yang diinisiasi Adam Rusydi tersebut bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan pendidikan, tetapi juga menjadi simbol bahwa aspirasi yang selama ini diperjuangkan oleh para aktivis Sidoarjo dapat diwujudkan melalui langkah nyata dan keberanian mengambil tindakan.

“Ini bukan sekadar program pendidikan, tetapi bentuk nyata dari kepedulian terhadap masa depan generasi Sidoarjo. Semoga langkah baik yang telah dimulai Mas Adam Rusydi ini menjadi inspirasi bagi seluruh elemen untuk bersama-sama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.