JEMBER, KORAN TIMES – PLN ULP Ambulu dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Jember berkolaborasi menghadirkan program pipanisasi air bersih untuk warga Curah Tangkir, Kecamatan Tempurejo. Program ini menjadi solusi atas permasalahan akses air bersih yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama masyarakat setempat.
Warga Curah Tangkir sebelumnya harus berjalan lebih dari 4 kilometer melintasi medan curam, berbatu, dan dikelilingi perkebunan karet untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini tak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan produktivitas masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN dan YBM menerapkan teknologi hidram, yang memanfaatkan energi kinetik aliran air untuk memompa air ke tempat lebih tinggi tanpa menggunakan listrik. Teknologi sederhana ini memungkinkan air bersih mengalir langsung ke pemukiman warga, mempermudah aktivitas harian seperti memasak, mencuci, dan mandi.
Ali, warga Curah Tangkir, menyampaikan rasa syukurnya atas perubahan yang ia rasakan.
“Dulu saya harus bangun pagi untuk mengambil air di sungai. Jalannya sangat sulit dan melelahkan. Sekarang, air bersih sudah mengalir ke rumah. Ini benar-benar membantu,” katanya.
Menurut Sigid Sudjatimika, Kepala YBM PLN UP3 Jember, program ini adalah wujud komitmen PLN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. “Kami berharap program pipanisasi ini membawa manfaat besar bagi warga Curah Tangkir. Teknologi hidram membuktikan bahwa solusi sederhana bisa menjadi langkah efektif mengatasi masalah akses air bersih,” ungkapnya.
Manfaat Program Pipanisasi Air Bersih di Curah Tangkir
1. Akses Air Bersih Lebih Mudah: Tidak ada lagi perjalanan jauh dan melelahkan untuk mendapatkan air bersih.
2. Meningkatkan Kesehatan Warga: Ketersediaan air bersih mendukung pola hidup sehat.
3. Efisiensi Waktu: Warga dapat lebih fokus pada aktivitas produktif lainnya.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain yang menghadapi kendala serupa. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, tantangan akses air bersih di Indonesia dapat diatasi secara bertahap.
