JAWA TENGAH, KORAN TIMES – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abdimas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerapkan inovasi teknologi tepat guna melalui drone pertanian untuk membantu kelompok tani di Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Drone ini dirancang untuk mendukung penyemprotan pestisida secara efisien, sekaligus mengatasi tantangan yang dihadapi para petani dalam pengelolaan lahan sawah yang luas.

Permasalahan utama yang dialami oleh kelompok tani setempat adalah penyemprotan pestisida yang sering kali tidak merata dan berpotensi mencemari lingkungan akibat terbawa angin. Penyemprotan manual juga memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Oleh karena itu, penerapan drone yang dilengkapi dengan sistem penyemprotan otomatis menjadi solusi inovatif yang mampu meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengelolaan pertanian.

“Kami mengamati bahwa metode penyemprotan tradisional kurang efektif, terutama di lahan yang luas. Dengan drone ini, penyemprotan bisa dilakukan lebih cepat dan merata, serta mengurangi risiko terhadap lingkungan,” ujar Ivan Rajendra, salah satu mahasiswa tim Abdimas ITS.

Dalam kegiatan ini, Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Departemen Teknik Elektro ITS berkolaborasi dengan masyarakat Desa Krogowanan untuk mengimplementasikan teknologi ini. Proses implementasi meliputi uji coba drone, pembuatan panduan penggunaan, serta pelatihan langsung kepada petani. Dengan pelatihan ini, para petani diharapkan bisa mengoperasikan drone secara mandiri di masa depan.

Teknologi Drone Pertanian: Solusi Efisien

READ  Seminar Nasional UNS Bahas Strategi Penguatan Hukum untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan

Drone yang digunakan difungsikan untuk menyemprotkan cairan pestisida, pupuk cair, atau air. Alat ini dimodifikasi agar dapat mengangkat selang penyemprot, sementara tangki cairan diletakkan di lokasi tertentu tanpa diangkut oleh drone. Modifikasi ini memungkinkan drone untuk terbang lebih tinggi dan menjangkau area yang lebih luas dengan beban yang lebih ringan.

Antusiasme Warga Krogowanan

Program pengabdian ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Krogowanan. Mereka antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan tim Abdimas ITS. Beberapa petani juga terlibat langsung dalam peragaan penggunaan drone, yang diharapkan dapat menjadi langkah awal modernisasi pertanian di desa tersebut.

“Kami sangat senang bisa belajar cara menggunakan teknologi ini. Semoga dengan drone ini, hasil panen bisa meningkat dan lebih efisien,” kata salah satu petani setempat.

Harapan Masa Depan Pertanian Modern

Melalui penerapan teknologi drone ini, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Krogowanan dapat meningkat, sekaligus mendukung modernisasi sektor pertanian.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal modernisasi pertanian di desa ini, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal,” tutup Ivan Rajendra.

 

Pewarta: imam

Editor: Lucky