TASIKMALAYA, korantimes.com— Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) meningkatkan literasi kurikulum guru sekolah dasar di Kota Tasikmalaya melalui pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam implementasi pembelajaran mendalam (deep learning).

Program bertajuk “Peningkatan Literasi Kurikulum Guru Sekolah Dasar (SD) melalui Pemanfaatan GenAI pada Implementasi Deep Learning” tersebut dilaksanakan di SDN Citapen, Kota Tasikmalaya, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus merespons perkembangan teknologi di bidang pendidikan.

Kegiatan ini juga ditujukan untuk membantu guru memahami dan beradaptasi terhadap perubahan serta perkembangan kurikulum yang terus berlangsung. Melalui program tersebut, guru tidak hanya dibekali pemahaman konseptual mengenai kurikulum, tetapi juga pengalaman praktik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.

Program PkM ini diketuai Dr. Adi Prehanto, S.S., M.Pd., bersama tim dosen dan mahasiswa yang terdiri atas Asep Nuryadin, S.Pd., M.Ed., Muhammad Dzikri Ar Ridlo, S.Ds., M.Ds., Brenda Jasmine Silalahi, Dimas Arif Supriatna, Jihan Nazeha Heristiano, dan Kurnia Darma.

Kegiatan dilaksanakan secara blended atau bauran melalui dua tahapan utama. Pelatihan daring dilaksanakan pada 17 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan luring pada 24 Juli 2026 di SDN Citapen. Sebanyak 25 guru SDN Citapen mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Program ini dilaksanakan di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Guru tidak hanya dituntut memahami kebijakan dan perubahan kurikulum, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Berawal dari Perencanaan dan Koordinasi Tim

Sebelum kegiatan berlangsung, Tim PkM UPI melakukan serangkaian persiapan dan koordinasi. Tahapan tersebut meliputi rapat tim, penyusunan materi pelatihan, pembagian tugas, koordinasi dengan sekolah mitra, penyiapan perangkat pembelajaran, serta penyusunan instrumen evaluasi.

Perencanaan dilakukan untuk memastikan kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan guru.

Melalui perencanaan yang sistematis, tim menyusun rangkaian kegiatan mulai dari penguatan pemahaman mengenai literasi kurikulum hingga praktik pemanfaatan GenAI untuk mendukung implementasi pembelajaran.

Kepala SDN Citapen, Hj. Ene Rosidah, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan PkM UPI memberikan ruang bagi guru untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, sekaligus memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

“Dengan adanya program ini kita bisa sharing, sering bertukar pikiran, kemudian menambah wawasan dan pengetahuan bagi guru-guru sehingga guru-guru bisa mengimplementasikan di kelasnya masing-masing,” ujar Hj. Ene.

Ia menilai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi kebutuhan yang semakin penting seiring perkembangan zaman. Karena itu, guru perlu memahami perkembangan teknologi agar dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Perkuat Literasi Kurikulum melalui Pelatihan Daring

Tahap pertama kegiatan dilaksanakan secara daring pada 17 Juli 2026 dengan melibatkan seluruh guru SDN Citapen sebagai peserta.

Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai literasi kurikulum, perubahan dan perkembangan kebijakan pendidikan, serta keterkaitan berbagai komponen dalam perencanaan pembelajaran.

Guru diajak memahami filosofi kurikulum serta hubungan antara capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, asesmen, dan implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar.

Tahap pertama sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan persepsi antara tim pengabdian dan para peserta sebelum memasuki sesi praktik secara langsung.

Pemahaman konseptual tersebut menjadi fondasi penting agar pemanfaatan teknologi, termasuk GenAI, tetap ditempatkan dalam kerangka kebutuhan pembelajaran dan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.

Hadirkan Praktisi dan Pengembang Kurikulum

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan PkM UPI menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang dan kompetensi di bidang pendidikan, kurikulum, serta teknologi pembelajaran.

READ  Bertolak ke Mesir, Presiden Prabowo akan Kunjungan Kenegaraan hingga Hadiri KTT D-8

Ketua pelaksana, Dr. Adi Prehanto, S.S., M.Pd., membawakan materi “Literasi Kurikulum Sekolah Dasar”. Materi tersebut menjadi landasan bagi guru untuk memahami kurikulum secara lebih menyeluruh sekaligus melihat bagaimana kurikulum dapat diterjemahkan ke dalam proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Kegiatan juga menghadirkan Ai Pemi Priandani, S.Pd., M.Pd., praktisi pendidikan sekaligus Founder Pengembang Media Digital Madani Edu Solution. Ai Pemi juga merupakan penulis Modul Sekolah Rakyat untuk Kementerian Sosial dan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar).

Dalam kegiatan tersebut, Ai Pemi menyampaikan materi “Transformasi Penyampaian Materi Menuju Pengalaman Belajar Mendalam di Sekolah Dasar”. Materi ini memberikan perspektif kepada guru mengenai pentingnya mengubah proses penyampaian materi menjadi pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mendalam bagi peserta didik.

Sementara itu, Juwintar Febriani Arwan, M.Pd., selaku Pengembang Kurikulum Kirana Konsultan dan praktisi kurikulum-pendidikan, membawakan materi “Teknologi sebagai Bagian dari Pembelajaran Mendalam”.

Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi dapat ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar sebagai alat tambahan dalam kegiatan belajar mengajar.

Kehadiran para narasumber dengan latar belakang yang beragam memberikan perspektif lebih luas kepada peserta. Guru tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai aspek kurikulum, tetapi juga diajak melihat keterkaitan antara pengalaman belajar mendalam dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Rangkaian materi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman yang utuh sebelum guru mempraktikkan pemanfaatan teknologi dan GenAI dalam pengembangan pembelajaran.

Guru Eksplorasi Pemanfaatan GenAI dalam Pembelajaran

Setelah mendapatkan penguatan secara konseptual, kegiatan dilanjutkan melalui pelatihan luring pada 24 Juli 2026 di SDN Citapen, Kota Tasikmalaya.

Pada tahap kedua, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mengikuti praktik, diskusi kelompok, dan pendampingan secara langsung oleh Tim PkM UPI.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (GenAI) sebagai alat bantu dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum.

Guru diberikan kesempatan mengeksplorasi pemanfaatan GenAI untuk mendukung proses perencanaan pembelajaran, termasuk memahami dokumen kurikulum, mengembangkan perangkat pembelajaran, menyusun modul ajar, merancang asesmen, serta menghasilkan gagasan pembelajaran yang lebih kontekstual.

Pemanfaatan GenAI dalam kegiatan ini tidak diarahkan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi diperkenalkan sebagai alat bantu yang dapat mendukung proses berpikir, eksplorasi ide, serta meningkatkan efisiensi dalam menyiapkan pembelajaran.

Melalui pendekatan partisipatif, guru didorong untuk aktif berdiskusi, mencoba berbagai pemanfaatan teknologi, merefleksikan hasilnya, serta menghubungkannya dengan kebutuhan nyata di kelas.

Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan dan praktik. Para guru terlibat dalam diskusi serta mencoba mengembangkan berbagai kebutuhan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan.

Guru Rasakan Manfaat Langsung Pelatihan

Respons positif disampaikan salah satu peserta, Windra Kodriana, S.Pd., guru SDN Citapen. Ia mengatakan pelatihan memberikan berbagai pengetahuan baru yang dapat mendukung guru dalam menjalankan tugasnya.

“Dari pelatihan yang telah saya terima, alhamdulillah banyak pembelajaran baru, pembelajaran tambahan yang insyaallah menurut saya bisa menambah ilmu pada guru agar menjadi guru yang terbaik,” ungkap Windra.

Menurutnya, kegiatan yang diberikan Tim PkM UPI memiliki banyak manfaat dan mendapat antusiasme dari para guru.

Windra berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan waktu yang lebih panjang sehingga guru memiliki kesempatan untuk mendalami materi dan praktik secara lebih optimal.

“Semoga ke depannya dapat dilakukan lagi. Kalau dari segi waktu mungkin bisa ditambahkan, agar tidak hanya dua pertemuan saja, tetapi bisa lebih mendalam lagi untuk guru-guru karena sangat positif yang kami terima,” tuturnya.

Kolaborasi UPI dan Sekolah Dorong Pendidikan Adaptif

Bagi Tim PkM UPI, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan pengetahuan kepada guru, tetapi juga bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

READ  Presiden Prabowo Terima Pengurus DPP Partai Golkar di Istana Merdeka

Ketua pelaksana, Dr. Adi Prehanto, S.S., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme guru serta dukungan dari pihak sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program.

“Saya sangat senang sekali dengan terselenggaranya kegiatan ini melihat antusiasme dari para guru dan didukung oleh kepala sekolah,” ujar Adi.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu guru yang masih mengalami kesulitan dalam memahami literasi atau pengembangan kurikulum, sekaligus memberikan wawasan mengenai pemanfaatan GenAI di sekolah masing-masing.

Menurut Adi, penguatan kompetensi guru melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan dan implementasi kurikulum di sekolah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atas dukungan pendanaan terhadap pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut.

“Harapannya untuk ke depannya UPI selalu senantiasa mendukung program kegiatan pelatihan, terutama untuk para guru di Indonesia,” katanya.

Kepala SDN Citapen, Hj. Ene Rosidah, S.Pd., M.Pd., juga berharap kerja sama antara sekolah dan UPI dapat terus berlanjut. Menurutnya, kebutuhan guru terhadap pengembangan kompetensi akan terus berkembang seiring perubahan dunia pendidikan.

“Harapannya kami dengan bekerja sama dengan pihak UPI Kota Tasikmalaya, kegiatan ini bukan hanya sekali ini saja, tapi bisa berlangsung, bisa berlanjut dengan kegiatan-kegiatan selanjutnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat membantu sekolah mengikuti perkembangan pendidikan dan teknologi sehingga proses pembelajaran tidak berjalan secara statis.

Mahasiswa Belajar melalui Pengalaman Pengabdian

Selain memberikan manfaat bagi guru, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PkM juga menjadi ruang pembelajaran di luar lingkungan perkuliahan.

Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam tim, Jihan Nazeha Heristiano, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UPI 2026.

Menurut Jihan, keterlibatannya memberikan berbagai pengalaman baru, mulai dari memahami materi pengabdian, berkomunikasi dengan dosen dan anggota tim, hingga menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya belum pernah ia lakukan.

“Saya sangat merasa senang dan bersyukur karena bisa berkontribusi dan dipercaya untuk bergabung ke dalam tim project pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 ini. Di sini saya belajar banyak hal,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para dosen dan berharap kegiatan PkM dapat terus berlanjut dengan menghadirkan inovasi-inovasi pelatihan baru.

“Semoga PkM ini tidak terhenti di sini dan terus memberikan inovasi-inovasi pelatihan baru serta bisa memberikan manfaat untuk para guru dan masyarakat luas,” katanya.

Dorong Pembelajaran Adaptif di Era Digital

Rangkaian kegiatan PkM UPI di SDN Citapen menunjukkan bahwa peningkatan literasi kurikulum dapat berjalan beriringan dengan pengenalan teknologi dalam pendidikan.

Melalui pemanfaatan GenAI secara kritis dan bertanggung jawab, guru diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik. Perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra dalam menghadirkan pengetahuan, inovasi, serta pendampingan, sementara sekolah menjadi ruang implementasi dari berbagai pengetahuan yang diperoleh.

Ke depan, keberlanjutan program serupa diharapkan dapat semakin memperkuat kompetensi guru dalam memahami kurikulum dan memanfaatkan teknologi secara tepat guna.

Dengan semangat berbagi pengetahuan, belajar bersama, dan berkolaborasi, program Pengabdian kepada Masyarakat UPI 2026 di SDN Citapen diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terciptanya pembelajaran yang adaptif, inovatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan teknologi di era digital.