JAKARTA, korantimes.com-Dalam kanal YouTube pribadinya ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali melontarkan kritik terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.
Kali ini, ia menyinggung keterlibatan adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, dalam sektor tambang dan energi.
Sentilan ini disampaikan Amien Rais sebagai tanggapan atas pidato Prabowo di sidang paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut angka kebocoran SDA Indonesia mencapai 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,664 triliun per tahun. Amien menilai istilah “kebocoran” tidak menggambarkan situasi yang sesungguhnya.
“Istilah bocor itu kurang tepat. Yang tepat adalah para maling atau bajingan kakap yang lewat proses geleng-angguk dengan pemerintah yang sedang berkuasa, mereka memoroti kekayaan tambang, kehutanan, dan kelautan kita,” tegas Amien melalui kanal YouTube pribadinya, Jumat (22/5/2026) lalu.
Secara khusus, Amien menyoroti kegiatan Hashim Djojohadikusumo di sektor energi dan tambang.
“Saya yakin Prabowo tak akan mungkin menindak tegas para pelaku pembocoran SDA kita, karena adik kandungnya sendiri tergolong yang membocorkan SDA Indonesia,” kata Amien.
Amien bahkan menyebut Hashim memiliki lahan di IKN seluas 265.000 hektar. Secara rinci, perusahaan milik Hashim di-spill oleh Amien.
“Luas sekali. Dia punya tujuh PT, yakni PT Arsari Tambang, PT Mitra Stania Prima, PT Mitra Stania Kemingking, PT Mitra Stania Bemban, PT Ega Prima, PT Arsari Sentrada, Arsari Enviro Industri, Tambang Emas Sangie, dan lain-lain,” ujar Amien.
Kendati ragu, Amien tetap menaruh harapan agar Prabowo betul-betul serius mewujudkan janjinya agar tidak hanya sekadar angan-angan belaka.
“Sekalipun demikian, kita masih percaya sepenuhnya ya. Kita sisakanlah kepercayaan kita ini pada Pak Prabowo karena memang beliau satu-satunya yang ada sekarang ini ya. Memang saya ini juga sudah ya hampir ya hampir malaslah ya,” ujar Amien Rais.
Terutama di tengah dorongan agar kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat
