JAKARTA, korantimes.com – Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, Mustajab, mengatakan penanaman sebanyak 200 bibit mangrove yang dilaksanakan bersama mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah di sisi barat RPTRA Tanjung Elang Berseri, Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

“Ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Bupati Kepulauan Seribu Nomor 378 tentang Penanaman Mangrove di Kepulauan Seribu,” kata Mustajab, Selasa (27/1/2026).

Mustajab menjelaskan, bahwa mangrove memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi ekologi, mitigasi bencana, serta fungsi sosial ekonomi bagi masyarakat. Mangrove dapat membentuk sabuk hijau pulau yang berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan hempasan gelombang laut, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut.

“Ke depan, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai wisata mangrove berbasis edukasi lingkungan. Selain menjaga kelestarian alam, hal ini juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, untuk ratusan bibit mangrove yang telah ditanam diharapkan dapat tumbuh dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang, serta mampu memperkuat ketahanan pulau terhadap dampak perubahan iklim dan potensi bencana alam.

“InsyaAllah kegiatan ini akan terus berlanjut dan menyasar pulau-pulau berpenduduk lainnya. Kami juga akan menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun komunitas lingkungan,” demikian Mustajab.

READ  Tiba di Jawa Tengah, Presiden Prabowo Akan Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia