Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menerima audiensi dan kunjungan dari Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP PMSI), 19/09).

Dalam silaturahmi ini, Nur Wahid mendorong lahirnya kolaborasi konkret dalam menguatkan semangat persatuan serta nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

Silaturahmi ini sebagai wujud komitmen MPR RI dalam memperkuat persatuan dan sinergi kebangsaan dalam menyambut Hari Santri Nasional pada Oktober nanti.

“Silaturahmi ini diharapkan menjadi titik awal terjalinnya sinergi strategis antara DPP Mahasantri Indonesia dan lembaga negara, khususnya MPR RI, dalam merawat harmoni, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat komitmen kebangsaan demi Indonesia yang lebih maju dan berdaulat,” ujar Nur Wahid.

Ia juga menegaskan bahwasanya santri adalah elemen dari masyarakat yang prestisius bagi Indonesia.

“Organisasi Mahasantri ini sangat prestisius sekali, saya siap membersamai Mahasantri baik tertulis ataupun tidak dan  kedepan kita akan terus kolaborasi. Juga, saya berharap Mahasantri ini dapat melanjutkan  peran santri mengembangkan dakwah yang rahmatan lil alamin untuk Indonesia Jaya Raya,” Ungkapnya.

Sementara Moh. Khairi, selaku Ketua Umum DPP Mahasantri, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang penting untuk berdialog, bertukar gagasan, serta menyamakan langkah dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Dalam kesempatan ini, kami menekankan pentingnya peran santri dalam menghadirkan dakwah yang inklusif, moderat, dan menjunjung nilai kebhinekaan, serta menjaga kerukunan dan persatuan,” ujar Khairi

READ  HMI Cabang Kota Bogor Dukung Putusan MKD: Langkah Tegas Menjaga Marwah Parlemen

Khairi berharap adanya kerjasama dengan pemerintah baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif serta pihak aparat untuk sama-sama ikut serta dalam menyuskseskan acara Ngaji Kebangsaan dan Doa Bersama untuk Indonesia pada pekan Hari Santri Nasional yang akan digelar oleh DPP Mahasantri pada 22-23 Oktober 2025.

“Kami mengajak elemen masyarakat dan para stakeholder baik legislatif, eksekutif, dan yudikatif untuk ikut serta dalam menyuskseskan acara tersebut dengan mengusung tema “Membangun Budaya Dakwah Inklusif: Ikhtiar Memperkuat Kerukunan Agama untuk Persatuan Indonesia,” tutupnya.