SUMENEP,KORAN TIMES-Kampus Universitas Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura menerima empat pemain asing Madura United sebagai mahasiswa baru.

Sementara empat pemain tersebut adalah Luiz Marcelo Morais dos Reis asal Brasil, Albertine Joao Pereira dari Guinea, Jordy Hendrik Nicolaus Wehrmann dan Jasey Wehrmann Belanda.

Keempatnya sekaligus menjadi mahasiswa internasional yang dimiliki UNIBA Madura. Selain pemain asing, pemain lokal Madura United asal Blitar, M Riski Afrisal, juga turut bergabung sebagai mahasiswa baru.

Dukungan UNIBA Madura untuk karir akademik pemain Madura United tersebut dijalin melalui memorandum of understanding (MoU) antara UNIBA Madura dengan Madura United.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Auditorium Jagha Tembha UNIBA Madura
Presiden Madura United Prof. Achsanul Qosasi mengapresiasi inisiatif UNIBA Madura dalam mendukung pengembangan karir dan masa depan para pemain.

“Dengan pendidikan dan keahlian yang mereka miliki melalui UNIBA Madura, masa depan para pemain akan tetap cerah meski suatu saat pensiun dari sepak bola,” ujar Prof. Achsanul.

Langkah besar ini disambut antusias oleh Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat. Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar penerimaan mahasiswa asing, namun juga wujud dari semangat UNIBA untuk terus berinovasi dan menunjukkan kualitas sebagai kampus yang berpikir global, bertindak lokal.

“Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi UNIBA Madura. Penerimaan mahasiswa internasional ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Madura,” tegas Prof. Rachmad.

READ  Seleksi BPH Migas Dikritik, Publik Ragukan Tata Kelola Energi Nasional

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga mencakup dukungan sponsorship dari UNIBA Madura untuk Madura United FC, menjadikan kampus ini sebagai salah satu sponsor utama klub sepak bola kebanggaan masyarakat Madura tersebut. Langkah ini membuktikan bahwa UNIBA Madura tidak hanya aktif dalam dunia akademik, tetapi juga mendukung prestasi olahraga tanah air.

Perkuliahan para pemain akan dirancang fleksibel menyesuaikan jadwal latihan dan pertandingan mereka. Sistem pembelajaran UNIBA Madura yang inovatif, dengan komposisi 40 persen online dan 60 persen offline, memungkinkan mahasiswa tetap produktif tanpa mengganggu komitmen profesional mereka.

“Kami terbiasa dengan pola perkuliahan fleksibel. Dan ini membuktikan bahwa UNIBA adalah kampus yang adaptif dan ramah bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang,” tambah Rektor Rachmad.