SUMENEP,korantimes.com– Pelayanan komunikasi melalui sambungan telepon WhatsApp di Laboratorium Wijaya Kusuma Prenduan menjadi sorotan setelah Imam mengaku menerima respons yang dinilainya kurang ramah saat menghubungi layanan tersebut pada Rabu (15/7/2026).
Imam menghubungi laboratorium untuk menanyakan sekaligus meminta layanan home care pemeriksaan darah lengkap bagi seorang pasien di wilayah Batu Jaran, Pragaan Daya.
Menurut Imam, percakapan awal berlangsung dengan menanyakan apakah Laboratorium Wijaya Kusuma menyediakan layanan kunjungan rumah (home care). Petugas yang disebut bernama Ana menjawab bahwa layanan tersebut tersedia.
Namun, Imam mengaku mendengar seruan “huh” ketika dirinya menjelaskan kebutuhan layanan tersebut dan percakapan telepon belum sepenuhnya diakhiri.
Ia menilai respons tersebut terkesan menunjukkan keberatan terhadap permintaan pelanggan, meskipun layanan home care sebelumnya telah dinyatakan tersedia.
Imam menyampaikan bahwa dalam pelayanan kesehatan, kualitas komunikasi merupakan bagian penting dari mutu pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keramahan, empati, dan cara berkomunikasi petugas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien maupun keluarga. “Pelayanan yang baik dimulai dari cara komunikasi yang diberikan kepada pelanggan. Komunikasi yang santun dan penuh kepedulian akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan laboratorium,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau tanggapan resmi dari pihak Laboratorium Wijaya Kusuma Prenduan terkait keluhan tersebut.
Masyarakat berharap setiap penyedia layanan kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dari aspek teknis pemeriksaan, tetapi juga dalam etika komunikasi dan pelayanan prima kepada seluruh pelanggan, sehingga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan dapat terus terjaga.
