Yogyakarta, korantimes.com– Tim Pengabdian Masyarakat Kader Santri Sehat (KSS) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kerjasama Lembaga Kesehatan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LK PWNU DIY) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI PWNU DIY) menyelenggarakan Workshop.
Kegiatan yang mengangkat tema “Inisiasi Pelaksanaan Pesantren Sehat sebagai Upaya Strategi Kesehatan Terpadu di Pesantren” berlangsung di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta. Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kader Santri Sehat (KSS) yang telah diinisiasi sejak tahun 2022 di Pondok Pesantren Assalafiyyah II Mlangi, Sleman.
Setelah berhasil menemukan model Trias Usaha Kesehatan Pesantren (UK-Tren) melalui pemberdayaan kader kesehatan santri (Santri Husada), Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), dan program kesehatan berdasarkan kebutuhan pesantren, pada tahun 2025 program tersebut mulai direplikasi melalui Workshop Pesantren Sehat yang melibatkan 11 pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tahun ini, cakupan workshop diperluas melalui kolaborasi bersama LK PWNU DIY dan RMI PWNU DIY untuk memperkuat implementasi penyelenggaraan Pesantren Sehat secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Selama satu hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep Trias Upaya Kesehatan Pesantren (Trias UK-Tren) yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan melalui Poskestren, serta pembinaan lingkungan pesantren yang sehat secara fisik maupun mental sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan.
Materi disampaikan Fajrul Falah, (Project Manager Tim Kader Santri Sehat FK-KMK UGM), Chondro Mustiko Aji, (JFT Promosi Kesehatan mewakili Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta), H. Aidi Johansyah, (Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Daerah Istimewa Yogyakarta).
Sementara dr. Ibnu Arda’im dan dr. Amelia Nur Khasanah (Klinik at Turot Al Islamy) berbagi pengalaman dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis komunitas yang mandiri dan berkelanjutan.
Hasil diskusi kemudian dipresentasikan sebagai bentuk komitmen awal setiap pesantren dalam mengembangkan program kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal.
Melalui workshop ini, Tim Pengabdian Masyarakat Kader Santri Sehat bersama LK PWNU DIY dan RMI PWNU DIY berharap terbentuk jejaring pesantren yang mampu mengembangkan sistem kesehatan secara mandiri melalui implementasi Trias UK-Tren.
Fajrul Falah, Project Manager Tim Kader Santri Sehat FK-KMK UGM, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya ekosistem Pesantren sehat yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Langkah kecil yang dimulai hari ini diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan baru, menjadikan pesantren bukan hanya satuan pendidikan tempat menimba ilmu agama, tetapi juga rumah kedua yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik,” Ungkap Fajrul Falah.
