PAMEKASAN, korantimes.com– Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program penguatan gizi nasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pamekasan kembali menyalurkan ribuan porsi makanan sehat dan bergizi pada Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SPPG, Moh. Ilham Efendy, ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui.
Kasihumas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, dalam keterangannya menyampaikan bahwa total distribusi hari ini mencapai 3.206 porsi yang disebarkan ke 27 sekolah di wilayah Pamekasan.
”Hari ini SPPG Polres Pamekasan mendistribusikan ribuan porsi makanan bergizi dengan komposisi yang telah terukur kadar nutrisinya. Sasaran kami sangat luas, mencakup 672 siswa TK, 637 siswa SD, 719 siswa SMP, hingga para guru dan kelompok ibu hamil serta menyusui,” ujar IPDA Yoni.
Menu yang disajikan hari ini terdiri dari kombinasi karbohidrat, protein, dan vitamin yang seimbang, meliputi Lontong & Mie Soun (Sumber Energi), Bakso Ayam & Tahu Garlic Rebus (Protein Hewani & Nabati), Kuah Kaldu Baso & Kubis (Mineral & Serat), Buah Kurma & Susu Plain (Suplemen Nutrisi Tambahan).
Berdasarkan data kandungan gizi yang dirilis, setiap porsi telah disesuaikan dengan kebutuhan usia. Untuk jenjang SD hingga SMA, rata-rata kandungan energi mencapai 638 hingga 743 kkal, dengan asupan protein yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar siswa.
Selain menyasar institusi pendidikan, program ini memberikan perhatian khusus kepada 70 Ibu Hamil (Bumil), 165 Ibu Menyusui (Busui), serta 521 Balita.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif dalam menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Pamekasan.
”Kami memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian, berjalan dengan lancar tanpa ada pengurangan porsi sedikitpun. Harapannya, program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Pamekasan,” tambah IPDA Yoni.
Kegiatan berlangsung kondusif dengan pengawasan ketat dari tim monitoring dan evaluasi guna memastikan standar higienitas dan ketepatan sasaran tetap terjaga.
