Jakarta,korantimes.com— Massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (10/3/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik mafia hukum yang disebut terjadi di lingkungan Polres Sampang.
Dalam aksi itu, para demonstran membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar Mabes Polri segera turun tangan melakukan investigasi terhadap dugaan praktik tidak profesional dalam penanganan perkara di wilayah hukum Polres Sampang.
Koordinator aksi, Mohammad Ali, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait dugaan praktik jual beli perkara yang menyebabkan sejumlah kasus hukum diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan terkesan mangkrak.
“Kami meminta Mabes Polri untuk segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kinerja Polres Sampang. Jika benar terdapat praktik jual beli perkara, maka oknum yang terlibat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selain dugaan mafia hukum, massa aksi juga menyoroti dugaan adanya pungutan liar dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Mereka menilai pelayanan publik di kepolisian seharusnya dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik pungli.
“Bukan rahasia umum lagi, kalau buat SIM sesuai presedur pasti akan susah dan akan mudah kalau nyogok yang mana itu merupakan praktik pungli yang tidak bisa dibenarkan dan harus diberantas sampai ke akar-akarnya serta yang melakukan harus ditindak tegas,” tegasnya.
“Hasil pungli inilah yang diduga mengalir ke oknum yang menyalahgunakan wewenangnya untuk keuntungan pribadi,” lanjutnya.
Dalam tuntutannya, IKMM Jakarta juga meminta Mabes Polri mencopot Kapolres Sampang, AKBP Hartono, dari jabatannya. Massa menilai Kapolres Sampang dianggap gagal dalam memberikan arahan, pengawasan, serta pembinaan kepada jajaran anggotanya sehingga muncul berbagai dugaan praktik yang mencoreng institusi kepolisian.
“Kami mendesak Mabes Polri untuk mencopot Kapolres Sampang karena dinilai tidak mampu memberikan mentoring dan pengawasan yang baik terhadap bawahannya. Kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan untuk memastikan institusi kepolisian tetap profesional dan dipercaya masyarakat,” tegas koordinator aksi.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan secara tertib. Massa aksi juga menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah konkret dari Mabes Polri untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.
