Semarang,korantimes.com– Aroma big match terasa kental di lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Barito Putera akan menjamu Kendal Tornado FC di Stadion 17 Mei, Minggu (22/2/2026) malam.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah duel penentuan arah bagi kedua tim yang sedang bersaing ketat di papan atas. Barito Putera duduk di peringkat ketiga dengan 37 poin, sementara Kendal Tornado FC membuntuti di posisi keempat dengan 36 poin. Selisih satu angka membuat pertandingan ini layaknya final kecil.
Tornado Bawa Modal Positif
Tim berjuluk Laskar Badai Pantura datang ke Banjarmasin dengan kepercayaan diri tinggi. Tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat laga terakhir menjadi bukti konsistensi performa anak asuh Stefan Keeltjes.
“Kami datang dengan tekad meneruskan tren positif yang sudah didapat. Target kami jelas, tiga poin agar peluang lolos ke Super League tetap terbuka,” ujar Stefan dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Secara permainan, Kendal Tornado FC menunjukkan peningkatan dalam transisi menyerang dan kedisiplinan lini belakang. Soliditas tim menjadi senjata utama menghadapi tekanan tuan rumah.
Barito Siap Bangkit
Namun, menaklukkan Barito di kandangnya bukan perkara mudah. Meski belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir, Laskar Antasari justru diprediksi tampil habis-habisan demi kebangkitan di hadapan pendukung sendiri.
Stefan pun menyadari ancaman tersebut. Dua pertemuan sebelumnya yang berakhir kekalahan menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
“Barito tetap tim kuat dengan organisasi permainan yang rapi. Kami harus fokus penuh dan tidak mengulang kesalahan sebelumnya,” tegasnya.
Skuad Siap Tempur
Optimisme juga ditegaskan pemain senior Kendal Tornado FC, Gufroni Al Maruf. Ia memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap bertarung.
“Kami sudah memahami instruksi pelatih dan siap menjalankannya. Target kami jelas, membawa pulang tiga poin,” katanya.
Dengan tensi tinggi, jarak poin yang tipis, serta ambisi promosi yang membara, duel di Stadion 17 Mei dipastikan berjalan keras, cepat, dan penuh determinasi. Siapa yang lebih siap secara mental dan taktik, dialah yang berpeluang besar menjaga asa menuju Super League musim depan.*
Jurnalis: Rizal

