PAMEKASAN,korantimes.com-Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pamekasan menggelar terapi bekam gratis kepada masyarakat bertempat di Masjid Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Sabtu, 17 Januari 2026.

Selain terapi bekam, perawat juga memberikan pemeriksaan kesehatan. Serta gelar sunatan massal gratis hasil kerjasama dengan Puskesmas Larangan Badung.

Ketua DPD PPNI Pamekasan Ns. Suraying, M.Kep mengatakan, ada sekitar 60 masyarakat, laki-laki dan perempuan, mengikuti layanan kesehatan dari perawat profesional. Serta menyediakan dua ruang tindakan disiapkan secara terpisah untuk laki-laki dan perempuan guna menjaga etika, kenyamanan, serta keselamatan pasien sesuai standar praktik keperawatan,

Selanjutnya, ia menyatakan pengabdian masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab profesi perawat.

“Perawat tidak hanya hadir di rumah sakit atau klinik, tetapi juga harus turun langsung ke masyarakat. Pelayanan yang dekat, aman, dan profesional adalah bentuk nyata pengabdian,” ujarnya.

Kegiatan di Desa Panaan ini, kata.Ns. Suraying, bukan yang pertama. Sejak 2019, PPNI Pamekasan secara konsisten menggelar layanan serupa di berbagai wilayah sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sekaligus memperkuat literasi kesehatan berbasis komunitas.

Koordinator Pengabdian Masyarakat sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD PPNI Pamekasan, Mohamad Nur, S.Kep., Ns., M.Si, menilai kegiatan sosial sebagai proses kaderisasi nilai, bukan sekadar agenda bakti sosial.

“Ini adalah ruang belajar bersama. Bagi perawat, ini penguatan kompetensi dan empati. Bagi masyarakat, ini ruang membangun kepercayaan. Bagi organisasi, ini kaderisasi nilai profesionalisme dan keberpihakan sosial,” katanya.

READ  Kapolres Pamekasan Pimpin Latihan PHH dan Pembinaan Tradisi Bintara Remaja

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program.

“Ketika organisasi profesi, kampus vokasi, fasilitas kesehatan, dan pemuda desa bergerak bersama, pelayanan kesehatan menjadi lebih hidup dan membumi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga merefleksikan peran kampus vokasi kesehatan dalam pengabdian masyarakat. Ns. Suraying dan Mohamad Nur, selain aktif di PPNI, merupakan dosen Jurusan Kesehatan Program Studi D3 Keperawatan Politeknik Negeri Madura.

Keterlibatan mereka mempertemukan ilmu terapan, praktik profesional, dan kebutuhan riil masyarakat dalam satu ruang pelayanan.

“Bagi kampus vokasi, pengabdian semacam ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berbicara tentang kompetensi, tetapi juga mempraktikkan nilai kemanusiaan, etika profesi, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat,”lanjut Mohamad Nur.

Memasuki 2026, lanjut, Mohamad Nur, PPNI Pamekasan merencanakan penguatan strategi pengabdian masyarakat melalui perluasan lokasi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan promotif dan preventif yang lebih terstruktur. Desa-desa dengan keterbatasan akses layanan kesehatan akan menjadi prioritas.

“Dari masjid ke ruang layanan, dari organisasi profesi ke pemuda desa, dari kampus ke masyarakat. Pengabdian ini menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya urusan fasilitas, tetapi kerja kolektif yang tumbuh dari kepedulian,” Tukasnya.

Sementara, Ketua Pemuda Remas Desa Panaan, Jamaludin, yang akrab disapa Damar Wulan, bersama para pemuda setempat turut menjadi penggerak di tingkat lokal—mulai dari pendataan peserta, pengaturan alur layanan, hingga pendampingan anak-anak yang mengikuti sunatan massal.

READ  Antisipasi Kelangkaaan Pupuk, Mahasiswa KKN UIM Gelar Pelatihan Pembuatan Biosaka

“Pemuda desa harus hadir di kegiatan sosial seperti ini. Ketika perawat dan kampus turun ke desa, tugas kami memastikan warga merasa nyaman dan dilayani dengan baik,” kata Jamaludin.