PAMEKASAN,KORAN TIMESDisnaker Kabupaten Pamekasan belum mengetahui jumlah program Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang diluncurkan oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI.

Kemnaker pada tahun 2024, meluncurkan Program Padat Karya dan TKM. Program TKM memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta per orang.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Muttaqin menyatakan realisasi Program Padat Karya di Pamekasan masih belum diketahui karena pemerintah daerah tidak dilibatkan dalam prosesnya.

“Kami belum bisa memberikan penjelasan detil terkait perkembangannya. Maka dari itu kami berharap program tersebut ada pemberitahuan formal kepada dinas melalui tembusan surat atau proposal pengajuan. Dengan demikian, bisa mengetahui penerima di Pamekasan, dan bisa memantau pelaksanaan program tersebut berjalan sesuai prosedur,” jelasnya, Rabu (6/11/2024).

Ketika ditanya soal potensi penyelewengan, Muttaqin mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki berkas pelaksanaan program. Serta pengajuan proposal tidak melibatkan dinas setempat.

“Kami tidak bisa berbuat apa – apa, sebab tidak memiliki data dan berkas penerima. Serta jumlah penerima tidak punya. Semu pengajuan tersebut lewat online,”katanya.

Muttaqin, mengaku senang masyarakat yang ada di Bumi gerbang salam menerima bantuan dari Kemenaker.

“Intinya masyarakat dapat bantuan saya senang,”imbuh Muttaqin.

Sipul Petuah, selaku aktivis Gerakan Mahasiswa Pantura (GMP) menyatakan bahwa bantuan tersebut berpotensi menjadi celah bagi tindakan penyelewengan. Ia menyayangkan Kemnaker tidak melibatkan dinas Pamekasan dalam penyalurannya.

READ  DPC Demokrat Pamekasan Lantik 13 Pengurus DPAC

“Seharusnya dinas terkait Kabupaten Pamekasan dilibatkan dalam penyalurannya. Bahkan dinas terkait mengaku belum memiliki data penerima atau rincian realisasi pelaksanaannya,”kata Sipul Petuah.

Pewarta: Syafi’i
Editor  : Hasbullah

Print Friendly, PDF & Email