KUALA LUMPUR, KORAN TIMES – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Izzah Fijriyah, melaksanakan kunjungan budaya ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia pada 26 Oktober 2024.

Dalam kesempatan itu, Izzah memperkenalkan kekayaan sastra Madura kepada siswa dan pengajar di SIKL melalui media yang unik dan ramah lingkungan, yaitu suvenir edukatif.

Dalam inisiatifnya, Izzah menghadirkan produk sehari-hari seperti tumbler dan tote bag yang dihiasi kutipan sastra Madura, termasuk gurindam, saloka, dan peribahasa. Suvenir ini mendapat sambutan antusias dari siswa dan staf pengajar SIKL, yang sangat menghargai upaya untuk mengenal budaya Madura lebih dalam.

“Tumbler dan tote bag merupakan barang yang sering digunakan dan dibawa ke berbagai tempat. Dengan produk ini, pesan tentang pelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya dapat lebih mudah tersebar,” jelas Izzah, yang juga merupakan pemilik usaha suvenir MaCan (Madura Cantik).

Desain menarik dan pesan “go green” yang terdapat pada suvenir tersebut diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat di tempat-tempat umum, sehingga nilai-nilai positif dari budaya Madura dan pelestarian lingkungan dapat diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membagikan suvenir, Izzah juga mengadakan sesi diskusi mengenai pentingnya pelestarian budaya, terutama di tengah arus globalisasi yang kian menggerus nilai-nilai tradisional.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya UTM untuk berkontribusi dalam pendidikan karakter siswa dengan cara yang kreatif dan kontekstual, menjadikan budaya sebagai bagian integral dari pembelajaran yang berkelanjutan.

READ  Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Sarana Pendidikan

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi jangka panjang antara UTM dan SIKL dalam memperkenalkan, mengeksplorasi, dan melestarikan sastra serta budaya Madura di kancah internasional.