PAMEKASAN,korantimes.com-Bupati Pamekasan, Kholilurrahman meluruskan informasi terkait konten di media sosial yang viral tentang pemukulan ajudannya DS. Menurut Kholillurrahman, pemukulan itu tidak benar. Ajudan DS hanya dimarahi layaknya orang tua kepada anaknya.

Sebelumnya, informasi pemukulan tersebut viral di akun tiktok Matrawi dan media massa. Namun, isu tersebut tidak dibenarkan dari bupati Pamekasan.

“Sangat tidak benar kalau ada pemukulan. Kalau dimarahi ya, namun marahnya saya itu seperti orang tua kepada anaknya,” kata Kholilurrahman.

Kholilurrahman menambahkan, setelah insiden marah-marah itu, pihaknya langsung minta maaf kepada DS. Hal ini sering dilakukannya ketika usai memarahi stafnya.

“Saya sering minta maaf kalau sudah memberikan arahan dan pembinaan keapada staf,” tegasnya.

Sementara, ajudan Bupati Pamekasan, inisial DS juga membantah ada pemukulan yang dilakukan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman pada Senin (17/8/2026).

DS dalam keterangannya menjelaskan, pada saat menjelang pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia, Bupati Pamekasan tiba di ruang kerja dalam keadaan undangan sudah banyak yang datang. Saat masuk ke ruang kerja, Bupati menutup pintu agak keras karena terburu-buru.

“Karena undangan sudah banyak yang datang, Bapak Bupati buru-buru masuk ruang kerja sehingga nutup pintu agak keras,” ujar DS, Rabu (19/8/2026).

DS menambahkan, setelah Bupati masuk ruang kerja, kemudian Bupati keluar lagi. Saat kaluar lagi, Bupati kemudian marah-marah karena beberapa lokasi di rumah dinas ada sampah berserakan.

READ  Sebanyak 1.384 Calon Jemaah Haji Kabupaten Pamekasan Diberangkatkan, Bupati Minta Jaga Akhlak

“Saat marah-marah, Bapak Bupati nunjuk-nunjuk jari ke depan wajah saya. Jadi saya tegaskan tidak ada pemukulan dalam kejadian tersebut,” ungkap DS.