Pamekasan, korantimes.com– Maraknya serangan hama ulat yang menyerang tanaman tembakau di Desa Pagendingan mendorong mahasiswa KKN-K Kolaborasi Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Madura (UNIRA) menghadirkan sebuah inovasi sederhana namun bermanfaat. Inovasi tersebut diberi nama Mimbo Kujos, pestisida alami berbahan dasar tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Program ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN-K Kolaborasi UM × UNIRA yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Madura dari Program Studi Agribisnis dan Peternakan, yaitu Ahbib Izar Fahad dan Novianto bersama tim.
Pembuatan Mimbo Kujos memanfaatkan bahan-bahan alami, yakni 500 gram daun mimba, 100 gram bawang putih, 50 gram cabai rawit, 50 liter air, serta 10 liter air sabun. Seluruh bahan diolah menjadi pestisida organik yang ditujukan untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman tembakau tanpa bergantung pada pestisida kimia.
Ahbib Izar Fahad menjelaskan bahwa ide pembuatan pestisida alami ini muncul setelah mendengar langsung keluhan para petani tembakau yang mengalami serangan ulat dalam beberapa hari terakhir.
“Kami melihat banyak petani mengeluhkan hama ulat yang menyerang tanaman tembakau. Dari permasalahan tersebut, kami bersama teman-teman KKN-K Kolaborasi mencoba memberikan solusi melalui pembuatan pestisida alami yang kami beri nama Mimbo Kujos. Cara pembuatannya mudah, bahannya murah, dan sebagian besar tersedia di sekitar masyarakat,” ujarnya. Minggu (28/6/2026).
Selain bertujuan membantu petani mengurangi serangan hama, program ini juga menjadi upaya mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami yang lebih ramah lingkungan serta dapat menekan biaya produksi pertanian.
Melalui inovasi Mimbo Kujos, mahasiswa KKN-K Kolaborasi UM × UNIRA berharap petani tembakau di Desa Pagendingan dapat memperoleh alternatif pestisida yang efektif, ekonomis, dan mudah diproduksi secara mandiri sehingga hasil panen tetap terjaga dari serangan hama ulat. :::
