korantimes.com, Tangerang Selatan- Pengurus Wilayah Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Jabodetabek resmi menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2025–2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Syahida Inn, Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Sabtu (28/12/2025).
Pelantikan ini dirangkaikan dengan kegiatan stadium general serta peringatan Milad IMABA Jabodetabek ke-17. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota, serta kader IMABA Jabodetabek.
Ketua Pelaksana kegiatan, Naufal Fuadi, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus kali ini mengangkat tema “Membangkitkan Semangat Pembaharuan untuk Mewujudkan Kepemimpinan Progresif dan Revolusioner.”
Menurut Naufal, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk membangun paradigma baru dalam kepemimpinan organisasi.
“Tema besar ini memiliki makna yang sangat dalam. Kata progresif dan revolusioner bukan hanya istilah yang sering kita dengar, tetapi merupakan ajakan untuk mengubah cara berpikir dan bertindak kader IMABA Jabodetabek dalam kepemimpinan ke depan,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap IMABA Jabodetabek ke depan tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpun mahasiswa, tetapi mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas di berbagai bidang.
“Saya berharap IMABA tidak hanya menjadi tempat berkumpul kader, tetapi benar-benar menjadi ruang pembinaan yang mencetak anggota dengan jiwa kepemimpinan serta kualitas yang mumpuni,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Terpilih IMABA Jabodetabek, Sholehuddin, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial pergantian struktur organisasi.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi titik awal dimulainya ikhtiar baru dalam memperjuangkan nilai-nilai organisasi mahasiswa Islam di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
“Alhamdulillah, pelantikan Pengurus Wilayah IMABA Jabodetabek dapat terlaksana dengan lancar dan khidmat,” ujar Sholehuddin.
Ia menekankan bahwa amanah yang diterima pengurus merupakan tanggung jawab besar yang menuntut komitmen dan kekompakan bersama.
“Kami menyadari bahwa amanah ini bukan sebuah kemewahan, melainkan tanggung jawab besar yang membutuhkan kesetiaan terhadap organisasi, kerja kolektif, dan komitmen penuh dari seluruh pengurus,” pungkasnya.
