JAKARTA,korantimes.com-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh salah satunya adalah Gus Dur dan Syaikhona Kholil.

Pemberian gelar tersebut diserahkan di momentum peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin, (10/11/2025).

Keputusan Presiden tersebut mendapatkan apresiasi dari DPP Mahasantri Indonesia. Pasalnya, kedua tokoh tersebut punya andil besar dalam dunia Islam.

“Kami sangat menghormati dan mengapresiasi keputusan presiden yang telah menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur dan Syaikhona Muhammad Kholil, ini sebuah sikap kenegaraan yang luar biasa,”ungkap Ketua Umum DPP Mahasantri, Moh. Khairi.

Khairi, menambahkan bahwa Gus Dur dan Syaikhona Muhammad Kholil ulama besar Islam yang semasa hidupnya berjuang untuk dunia pendidikan Islam. Gelar pahlawan ini menunjukkan negara telah mengapresiasi perjuangan kedua ulama besar ini dalam memperjuangkan pendidikan Islam.

“Presiden Prabowi Subianto mengerti tentang sejarah perjuangan ulama-ulama di Indonesia. Kemerdekaan Indonesia ini berkat perjuangan dan pengorbanan ulama, jadi keputusan gelar pahlawan nasional ini sebagai bentuk penghormatan negara terhadap tokoh Islam”, tambah Khairi

Hal senada disampaikan Ketua Harian DPP Mahasantri Abidin Tatroman, peran Gus Dur dan Syaikhona Muhammad Kholil telah membentuk jati bangsa lewat nilai-nilai luhur Islam. Gus Dur bukan saja ulama, tetapi seorang tokoh politik yang pasca reformasi 1998 didaulat menjadi Presiden ke-4, dan semasa kepemimpinannya melakukan gebrakan yang luar biasa untuk Indonesia.

READ  Jelang 100 Hari, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Transformasi Nasional

“Gus Dur dikenal sebagai bapak pluralisme, karena perjuangan memberikan kebebasan kepada kelompok minoritas di Indonesia untuk hidup bebas seperti kelompok lain, ini sesuatu yang luar biasa dan menjadi legecy bangsa Indonesia “ ucap Abidin

Selain Syaikhona Muhammad Kholil adalah ulama besar Islam yang melahirkan banyak ulama di Indonesia. Salah satu muridnya adalah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Hasyim Asy’ari.

“Tentu ini sebuah kesyukuran dan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang memeberikan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil, karena perjuangan ulama besar ini sangat besar untuk Islam dan pendidikan Islam”, tutup Abidin