PAMEKASAN,korantimes.com-Di balik aksi damai ratusan mitra, relawan, dan simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Pamekasan, Kamis (2/7/2026), muncul informasi mengenai dugaan adanya iuran yang dibebankan kepada setiap dapur MBG untuk mendukung pelaksanaan aksi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pendanaan aksi disebut berasal dari hasil sumbangan sejumlah dapur MBG yang tersebar di Kabupaten Pamekasan. Setiap dapur dikabarkan diminta memberikan kontribusi sebesar Rp250 ribu sebagai bentuk partisipasi untuk menyukseskan aksi.

“Per dapur diminta sumbangan Rp250 ribu,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Informasi tersebut juga diperkuat oleh keterangan beberapa pihak yang mengaku mengetahui mekanisme penggalangan dana tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara aksi maupun Satgas MBG Pamekasan mengenai benar atau tidaknya informasi tersebut.

Selain dugaan iuran dari setiap dapur, muncul pula informasi bahwa peserta aksi disebut menerima uang sebesar Rp250 ribu yang diperuntukkan sebagai pengganti biaya transportasi dan konsumsi selama mengikuti kegiatan. Dugaan itu mencuat setelah sejumlah peserta aksi ditemui di lokasi, serta beredarnya unggahan status WhatsApp yang diduga berasal dari peserta aksi.

Aksi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Pamekasan sebelumnya diikuti ratusan massa yang terdiri atas mitra, relawan, dan simpatisan Program Makan Bergizi Gratis. Mereka menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG sekaligus mendorong pemerintah melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelolanya.

READ  PLN UP3 Jember Gelar Pasukan KHS Penyambungan SR-APP 1 di Jember, Prioritaskan Keamanan dan Kualitas Kerja

Aspirasi massa diterima langsung oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, didampingi Wakil Bupati Sukriyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Pamekasan. Hadir pula Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur bersama sejumlah anggota DPRD.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara aksi, Satgas MBG Pamekasan, maupun perwakilan dapur MBG belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya iuran Rp250 ribu per dapur maupun informasi mengenai pemberian uang kepada peserta aksi.