PAMEKASAN,korantimes-Polisi yang bertugas di Satlantas Polres Pamekasan, Bripda Moh. Amirul Mu’minin dikenal masyarakat sebagai sosok religius yang kerap sering bersholawat. Ia sekarang diundang tampil di Trans TV.

Moh. Amirul Mu’minin, sesampai di Trans TV disuruh tampil bersholawat. Suaranya yang khas dan merdu membuat penonton merasa terhibur.

Polisi berbaju coklat tersebut sering dikenal menjadi bilal di berbagai masjid yang ada di wilayah Bumi Gerbang Salam. Serta aktif di program Polisi Santri dan Al Banjari Polres Pamekasan.

Tim Al Banjari Polres Pamekasan merupakan grup shalawat yang dibentuk sebagai pendekatan humanis (polisi menyapa masyarakat) dan sering tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan serta sosial di Kabupaten Pamekasan.

Tim Banjari ini juga kerap diundang masyarakat untuk tampil dalam acara maulid nabi, isra mi’raj, rumah warga, hingga acara Muslimat NU sebagai wujud pendekatan Polisi kepada masyarakat.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto, melalui Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama, menyampaikan bahwa Bripda Moh. Amirul Mu’minin bukan hanya berdedikasi dalam tugas kepolisian, ia juga aktif berkontribusi sebagai sosok religius, menjelma menjadi figur Polisi Baik yang nyata di tengah masyarakat.

“Bripda Moh. Amirul Mu’minin memiliki latar belakang sebagai santri atau pernah mondok di Pondok Pesantren Al-Djufri Blumbungan, Larangan, Pamekasan, lulusan tahun 2021”, terang AKBP Hendra Eko Triyulianto. Selasa (10/3/2026).

READ  Tim Al Banjari Polres Pamekasan Hadir Ditengah Masyarakat Dalam Acara Religi

Ia juga aktif di program Polisi Santri. Ia sosok yang dikenal sebagai Polisi Santri ini merupakan personel pilihan yang telah melalui proses pembinaan mental dan spiritual secara intensif di internal kepolisian.

Pihaknya, menyampaikan keberadaan polisi yang pintar bersholawat tersebut menjadi jembatan komunikasi yang sangat efektif antara institusi Polri dengan tokoh agama serta masyarakat luas. Serta di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, peran mereka menjadi semakin krusial dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif melalui pendekatan sholat taraweh dan Tadarus Al-quran di berbagai masjid dan mushollah di Kabupaten Pamekasan.

“Hal ini membuktikan bahwa profesi sebagai pelindung masyarakat tidak menghalangi seseorang untuk tetap istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai ibadah. Kedekatan yang dibangun di atas sajadah ini menciptakan kepercayaan publik yang sangat kuat, karena masyarakat melihat Polisi Santri sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas religius mereka,”pungkasnya.