JAKARTA, korantimes.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Bank Jakarta untuk melantai di bursa melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Langkah tersebut untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperluas basis nasabah Bank Jakarta agar tidak bergantung pada pemerintah provinsi setempat.

“Kalau perusahaan ini sudah bisa membangun trust-nya, maka yang menjadi nasabah utamanya itu bukan lagi Pemerintah DKI Jakarta. Yang menjadi nasabahnya adalah publik,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat. Selasa (27/1/2026).

Pramono Anung menegaskan, kepercayaan publik merupakan kunci utama dalam dunia usaha, khususnya sektor perbankan. Keberlangsungan sebuah bank sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.

“Apa pun sebagai entitas bisnis, orang kalau dengan Bank Jakarta itu harus trust, harus percaya. Kata kunci dari dunia usaha, dunia bisnis itu adalah trust,” kata Gubernur Pramono Anung.

Ia menilai, IPO juga akan membuka ruang pengawasan yang lebih luas dan transparan. Pengawasan publik melalui mekanisme pasar modal jauh lebih sehat dibandingkan ketergantungan pada figur pimpinan di Balai Kota.

“Daripada perusahaan ini hanya bergantung pada individu top-nya yang ada di Balai Kota yang namanya Gubernur, maka lebih baik yang mengawasi itu publik,” ujarnya.

Selain Bank Jakarta, tambah Pramono Anung, terdapat badan usaha milik daerah (BUMD) PAM Jaya yang tengah disiapkan untuk melantai di bursa. Ditargetkan proses IPO dapat dilakukan paling lambat akhir tahun ini atau di awal tahun mendatang.

READ  PP Muhammadiyah Imbau Semua Pihak Menahan Diri dan Hentikan Kekerasan