JAKARTA,korantimes.com-Masa kepemimpinan Anter Venus sebagai Ketua Umum Gerakan Bela Negara Indonesia (GBNI) pada masa transisi menandai fase penting dalam penguatan eksistensi organisasi di tengah dinamika kebangsaan. Meski dijalankan dalam konteks kepemimpinan sementara pada masa transisi, Anter Venus tetap menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas dan berorientasi pada keberlanjutan gerakan Bela Negara.

Sejak awal mengemban amanah sebagai Ketua Umum hasil aklamasi, Anter Venus membawa visi agar GBNI tidak sekadar hadir sebagai organisasi simbolik, tetapi mampu berperan aktif dalam membangun kesadaran, pemahaman, dan praktik nilai-nilai Bela Negara di berbagai lapisan masyarakat. Visi tersebut diwujudkan melalui pendekatan intelektual, dialogis, dan kolaboratif.

Selama masa kepemimpinannya, GBNI secara aktif menyelenggarakan sejumlah agenda strategis, di antaranya Seminar Nasional Bela Negara dan Simposium Nasional yang mengangkat tentang Bela Negara khususnya dibidang nirmiliter. Kedua forum tersebut menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus refleksi kebangsaan yang melibatkan akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Melalui seminar dan simposium tersebut, Anter Venus mendorong diskursus Bela Negara agar tetap relevan dengan tantangan zaman, mulai dari isu kebangsaan, sosial, hingga dinamika global. Ia menekankan bahwa Bela Negara tidak semata dimaknai dalam konteks pertahanan fisik, tetapi juga sebagai sikap, karakter, dan tanggung jawab kolektif warga negara dalam menjaga persatuan serta keberlanjutan bangsa.

READ  Presiden Prabowo Tekankan Reformasi Internal sebagai Fondasi Solidaritas Dunia Islam

Dalam kepemimpinannya, Anter Venus juga menaruh perhatian besar pada penguatan soliditas organisasi. Ia memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan berjalan secara inklusif dan demokratis melalui penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola organisasi yang sehat dan partisipatif.

Kepemimpinan Anter Venus di GBNI meninggalkan fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi, baik dari sisi visi, program, maupun kultur kolektif. Dengan arah yang telah diletakkan selama masa transisi, GBNI diharapkan mampu melanjutkan perannya sebagai motor penggerak nilai-nilai Bela Negara di bawah kepemimpinan selanjutnya.