PAMEKASAN,KORAN TIMES-Warga Dusun Potreh, Desa Dempo Barat Pasean Pamekasan kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan utama yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Subairi, selaku pemuda setempat menyatakan sudah lebih dari 8 tahun, jalan tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan dan terus menghambat aktivitas warga sehari-hari.
Menurutnya, jalan yang menjadi penghubung utama mereka tidak layak untuk dilalui.
“Saat musim panas saja sudah sulit, apalagi ketika musim penghujan. Jalan di sini seperti bubur dan sangat licin,” ujar Subairi. Selasa (2/9/2025).
Pihaknya, berharap dapat perhatian serius dari pemerintah Desa setempat untuk segera memperbaiki jalan ini agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar dan anak-anak bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak.
Sementara Joko Pranoto, Kepala Desa Dempo Barat saat dikonfimasi berjanji akan memperbaiki jalan tersebut namun, jalan yang pernah diperbaiki tahun 2024 masih dianggarkan.
“Perbaikan jalan akan dilaksanakan secara bertahap, karena keterbatasan anggaran dana desa. Serta dana desa hanya mendapatkan Rp 1 Miliar kurang lebih dalam satu tahun,”tukasnya. Selasa (2/9/2025).
Pihaknya, menyatakan anggaran desa bukan hannya digunakan infrastruktur jalan, melainkan juga disalurkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Jadi desa kami agak luas memiliki 10 dusun yang semuanya memerlukan pembangunan dan perawatan infrastruktur,” terang Kepala Desa.
Dengan adanya 10 dusun yang harus diperhatikan secara merata, pemerintah desa mengaku harus melakukan prioritas dan pembagian anggaran yang adil untuk semua wilayah.
“Ke depannya, pemerintah desa berkomitmen untuk melanjutkan program perbaikan jalan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran dan skala prioritas kebutuhan masyarakat,”imbuhnya.

