JAKARTA, KORANTIMES-Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) meminta kepada pemerintah agar segera mengambil sikap tegas, solutif soal adanya aksi demontrasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pernyataan sikap tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor: 289.PB-ΧΧΙ.02.047.A-1.08.2025. Surat tersebut ditandatangani ketua umum PB PMII M. Shofiyulloh Cokro Minggu 31 Agustus 2025.
Ketua umum PB PMII M. Shofiyulloh Cokro, menyatakan perkembangan kondisi kebangsaan akhir-akhir ini tidak kondusif, serta melihat dinamika demonstrasi rakyat yang awalnya berjalan secara substansial namun bergeser ke arah tindakan anarkis berupa perusakan fasilitas umum dan penjarahan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut maka Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menuntut kepada pemerintah untuk segera mengambil sikap tegas, solutif, dan bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa saat ini.
2. Meminta seluruh elemen masyarakat khususnya kader PMII di seluruh Indonesia untuk menghindarkan diri dari segala bentuk provokasi, tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, maupun perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
3. Menghimbau kepada seluruh kader di tingkat PKC dan PC untuk menahan diri serta terus memperkuat konsolidasi internal organisasi di tengah situasi bangsa yang penuh ketidakpastian.
4. Menegaskan bahwa perjuangan kader PMII harus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan prinsip pergerakan yang menjunjung tinggi moralitas serta kemaslahatan rakyat.


