PAMEKASAN, korantimes.com-Nama Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menjadi perbincangan di akun tiktok Matrawi terkait dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang ajudan berinisial DS.
Matrawi, selaku tiktoker terkenal tersebut mengunggah tulisan di akun tiktoknya yang menyebut Bupati Pamekasan diduga menampar ajudannya hingga dua kali.
“Ka Ator (silakan) Bapak Bupati. Ambuih Nampeleng (hentikan tampar) ajudan. Genikah ni’bini’ (itu perempuan). Dele dukale ekebei leng tampelengan (sampai dua kali ditampar). Anikah (itu) pegawai negara Benni budu’un empean (bukan anaknya),” tulis matrawi
Unggahan itu pun memantik berbagai reaksi dari ratusan warganet. Selain itu, banyak berkomentar agar tindakan itu dilaporkan ke pihak kepolisian, namun kata Matrawi, orang yang diduga ditampar tidak punya keberanian untuk melapor.
“Kenapa gak lapor saja, lumayan tuh hukumnya,” tulis akun espresso. Respon matrawi atas komentar itu “korbannya gak berani lapor,” respon matrawi.
“Lakenah (suaminya) nangningnong (sebutan matrawi untuk istri kedua Bupati Pamekasan)?” tanya jidit. Lalu matrawi menjawab “Yes”.
Sementara Bupati Pamekasan, saat dikonfirmasi membenarkan atas kejadian tersebut. Namun, KH Kholilurrahman mengaku hanya memarahi tidak sampai memukul.
“Memang yang bersangkutan saya marahi. Orang tua yang bersangkutan sudah menemui saya dan sudah minta maaf dan maafan. Jadi sekali lagi tidak ada masalah,” Ungkap Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, kepada jurnalis korantimes. Rabu (19/8/2026).
