PAMEKASAN,korantimes.com-Taufadi, salah seorang jamaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membagikan catatan pengalamannya selama menjalani rangkaian ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, khususnya menjelang puncak pelaksanaan fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Taufadi, menjelaskan para jamaah KBIHU al-Mabrur berangkat ke Musem Wahyu dengan menyewa 8 bus. Sesampainya di lokasi, dipandu untuk masuk ke dalam dengan tertib dan rapi yang diatur dalam 2 baris (laki-laki & perempuan).

“Di dalam museum, kami disuguhi dengan pemutaran film menggunakan LED yang canggih tentang proses turunnya wahyu, kisah Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Nabi Musa, masa setelah Nabi Isa diangkat ke langit yang disebut jaman Fatrah, serta replika Gua Hira yang dimanfaatkan oleh jamaah untuk berfoto ria. Juga ditampilkan teks Asli mushaf usman, kitab asli hadis Imam Bukhari, dan kami melewati toko penjualan Assesoris sebelum ke luar. Kami duduk sebentar menunggu lengkapnya jamaah untuk naik ke bus sesuai rombongan masing-masing,”kata Taufadi.

Saat hendak kembali ke hotel, lanjut Taufadi bercerita, diajak mampir ke Pasar Ka’kiyah (pasar grosir di Makkah). Jamaah diberikan sekitar 1,5 jam untuk berbelanja oleh-oleh yang akan dibawa ke tanah air.

“Saya bersama istri membeli jubah wanita dan songkok putih sebagai oleh-oleh. Saya juga meminta Ibu dan ibu mertua untuk beristirahat duduk agar tidak kelelahan,”tukasnya.

READ  Pastikan Ibadah Paskah Aman, Sat Samapta Polres Pamekasan Sterilisasi Sejumlah Gereja

Setelah selesai berbelanja, kata Taufadi, para jamaah haji kembali ke bus masing-masing. Sedang dirinyakembali ke hotel.

“Saya berhusnudzon bahwa sikap tegas sektor 4 ini bertujuan agar jamaah tidak kelelahan sebelum Armuzna, sehingga dapat lebih maksimal dalam menjalankan puncak ibadah haji,”urainya.