PAMEKASAN,korantimes.com– Pasangan suami istri asal Kabupaten Pamekasan, Taufadi dan Ansari berbagi pengalaman saat berkurban unta di Tanah Haram.
Taufadi, yang saat ini sedang Haji di Makkah, menyatakan bahwa sejak di tanah air, istrinya memang berniat akan berqurban unta di tanah haram. Setelah rapat pada Kamis 13/05/2026, Taufadi bertemu KH. Taufik dari KBIHU al-Mabrur yang pernah menimba ilmu di Makkah untuk membantu pengurusan qurban tersebut, dan Alhamdulillah, beliau menyanggupinya.
“Keesokan harinya, beliau mengirim harga qurban melalui pesan WhatsApp. Karena pada hari kamis kami full kegiatan di Masjidil Haram, pengambilan uang ke mesin ATM yang ada di seberang jalan hotel saya lakukan hari Jum’at (15/05/2026). Namun sayang, nasib saya yang sering lupa nomer PIN ATM Bank Mandiri, bukan uang yang saya dapatkan, justru kartu ATM saya yang tertelan mesin ATM karena sudah lebih dari 3 kali salah memasukkan nomor PIN,”ungkap Taufadi.
Usai konsultasi ke Bank Mandiri Pamekasan, kata Taufadi, maka dirinya lanjut mengecek keamanan saldo yang ada di “Livin Mandiri”, membiarkan kartu ATM yang tertelan mesin, dan meminjam ATM istri untuk mengambil uang.
“Setelah dana terkumpul, saya menyerahkannya kepada KH. Taufiq sehingga niat qurban unta di tanah haram alhamdulillah terlaksana,”tukasnya.
