JAKARTA, korantimes.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, aktifitas pada pengguna transaksi digital melalui kanal pembayaran non-tunai seperti QRIS di Jakarta terus mengalami peningkatan yang cukup besar.
“Kanal pembayaran QRIS yang seperti kita ketahui bersama ini, mengalami peningkatan yang cukup besar. Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 Persen,” ujar Pramono Anung di Jakarta, belum lama ini.
Ia menjelaskan, saat ini tumbuh hampir 12 Persen, Investasi di Jakarta Capai Rp270 Triliun. Dari data yang dipaparkan, volume transaksi menggunakan QRIS mencapai 5,02 Miliar dengan pertumbuhan 177 Persen, angka ini berkontribusi terhadap nasional sebesar 36,78 Persen.
Sementara merchant QRIS sebanyak 6,52 Juta dan mengalami pertumbuhan 14,45 Persen, serta memberikan kontribusi terhadap nasional sebesar 15,54 Persen. Selanjutnya untuk pengguna QRIS, tercatat terdapat 6,14 Juta dan mengalami pertumbuhan 3,44 Persen, angka tersebut memberikan kontribusi terhadap nasional sebesar 10,42 Persen.
Lanjut kata Pramono Anung, peningkatan transaksi digital ini juga terlihat dari kenaikan aktivitas konsumsi masyarakat, seperti pada konsumsi rumah tangga sendiri memiliki kontribusi 63,43 Persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Seperti yang tadi kami jelaskan, Indeks Keyakinan Konsumen dalam hal ini cukup optimistik dan tinggi, 145,33 persen, mencerminkan persepsi positif atas stabilitas ekonomi di wilayah Jakarta yang terjaga pada saat ini,” demikan Pramono Anung.
