JAKARTA-KORAN TIMES-PT Akurat Sentra Media (Akuratco), melalui Pimpinan Redaksinya, Aldi Gultom akhirnya memberikan klarifikasi terbuka terkait plemik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap Rahman Sugidiyanto, Redaktur Pelaksana SEO Akuratco.

Pihak Akurat.co membantah dengan tegas yang menyebut alasan pemecatannya berkaitan dengan persoalan pemberitaan dengan Wakil Ketua DPR RI.

Pemimpin Redaksi Akurat.co, Aldi Gultom, menegaskan bahwa persoalan Rahman dengan salah satu pimpinan DPR RI adalah urusan pribadi Rahman selaku Pemimpin Redaksi media Jakartainside.

“Kami sudah tegaskan kepada Rahman bahwa alasan pemberhentiannya adalah ketidakjujuran dan pelanggaran berat etika. Perkara lain di luar kapasitas dan pekerjaannya di Akurat.co adalah urusan dan tanggung jawabnya pribadi atau tanggung jawab perusahaan lain di mana ia bekerja, kami tidak ikut campur,” ucap Aldi Gultom.

Aldi Gultom, menyatakan bahwa PT Akurat Sentra Media (Akurat.co) memberhentikan Rahman Sugidiyanto dari posisinya sebagai karyawan di bagian redaksi adalah semata-mata karena pelanggaran etika berat yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

“Pada 14 Juli 2025, pimpinan manajemen perusahaan Akurat.co baru mengetahui bahwa Rahman Sugidiyanto ternyata aktif bekerja, bahkan menjabat Pemimpin Redaksi di media online lain. Seperti diketahui, jabatan Pemimpin Redaksi memegang tanggung jawab tertinggi dalam urusan pemberitaan atau keredaksian sebuah media,”ungkap Aldi Gultom (26/7/2025).

Sementara itu, kata Aldi Gultom, sejak Februari 2025 Rahman Sugidiyanto, dipercaya oleh Akurat.co untuk memegang tanggung jawab sebagai Redaktur Pelaksana SEO. Dalam hal itu, pimpinan perusahaan juga mempercayakan beberapa tools berbayar untuk digunakan yang bersangkutan demi menunjang kinerjanya dalam jabatan Redpel SEO Akurat.co.

“Mengetahui bahwa Rahman menjabat Pemimpin Redaksi di perusahaan lain dalam jenis industri media yang sama, pimpinan perusahaan Akurat.co yang terdiri dari Supervisor HRD, Pemimpin Perusahaan, dan Pemimpin Redaksi meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan dalam tiga kali pertemuan terpisah,”tukasnya.

READ  Presiden Prabowo Bahas Transformasi Digital dan E-Government bersama Menkomdigi Meutya Hafid

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa dalam kesempatan klarifikasi itu, Rahman mengakui bahwa ia adalah pendiri dan pemimpin redaksi di media Jakartainside.com.

“Pada akhirnya, berdasarkan pertimbangan yang matang merujuk peraturan perusahaan dan etika profesional yang berlaku universal, pimpinan perusahaan Akurat.co memutuskan untuk memberhentikan Rahman Sugidiyanto,” Katanya.

Pihaknya, mengatakan alasan pemberhentian itu, pertama adalah ketidakjujuran yang bersangkutan selama bekerja di Akurat.co terkait pekerjaannya di media lain. Kedua, posisinya sebagai Redpel di Akurat.co sekaligus pendiri dan Pemred di Jakartainside.com tentu rawan menimbulkan konflik kepentingan yang merugikan Akurat.co.

Pada 23 Juli 2025, pihak HRD Akurat.co mengeluarkan surat resmi yang isinya pemberhentian Rahman Sugidiyanto dari jabatan dan status karyawan PT Akurat Sentra Media. Surat itu dilengkapi bukti pendukung yang memperjelas pelanggarannya.

“Dalam surat itu, Rahman dinyatakan tidak lagi bekerja di Akurat.co per 26 Juli 2025. Akurat.co memberi jeda waktu dirinya mempersiapkan urusan-urusan administrasi yang mesti diselesaikan sebelum secara resmi tidak lagi berstatus karyawan PT Akurat Sentra Media,”Ungkapnya.

Sementara itu, Rahma Sugidiyanto Eks Redaktur Pelaksana SEO Akuratco, menyampaikan hak jawabnya atas pemberitaan yang menyebut pemecatannya dilakukan karena pelanggaran etika.

Ia menilai pemutusan hubungan kerjanya efektif berlaku 26 Juli 2025 dan dilakukan tanpa alasan jelas serta tanpa melalui proses peringatan sebagaimana mestinya. Kendati demikian, dirinya menduga kuat pemecatan itu terjadi karena dirinya menyunting halaman Wikipedia salah satu Wakil Ketua DPR RI.

READ  KCB Laporkan Pejabat BPTD Jatim dan Pengusaha Karoseri Dugaan Pungli Dan Manipulasi SRUT

“Pemecatan ini dilakukan tanpa alasan yang jelas dan tidak didasarkan pada pelanggaran kerja yang dapat saya pahami sebagai bentuk wanprestasi. Dugaan kuat saya, pemutusan hubungan kerja ini terjadi setelah tindakan saya menyunting profil salah satu pejabat publik di platform Wikipedia. Tindakan yang saya lakukan secara profesional, terbuka, dan berdasarkan informasi faktual,” kata Rahman dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan korantimes.com.

Lebih lanjut, Rahman menjelaskan dalam tindakannya (Menyunting Wikipedia) dilakukan di luar jam kerja dan tidak menggunakan fasilitas kantor, namun tetap menuai respons keras dari manajemen. Ia sempat diminta mengundurkan diri secara sukarela, namun menolak karena merasa tidak melakukan kesalahan.

“Tidak ada teguran tertulis, notulensi, ataupun berita acara pelanggaran sebelumnya, sehingga pemecatan ini berpotensi mencederai prinsip hubungan industrial yang adil, serta dapat dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap independensi jurnalis,” ungkap dia.

Soal surat PHK yang ia terima dan terkait memiliki situs berita lain. Rahman menyanggah bahwa hal ini sudah diketahui manajemen sejak ia kembali bergabung pada Oktober 2023 dan tak pernah menjadi masalah.

Rahman menambahkan bahwa selama menjabat sebagai Redaktur Pelaksana SEO, ia telah berkontribusi meningkatkan performa Akuratco secara signifikan, termasuk membawa situs tersebut menembus 50 besar media daring nasional versi SimilarWeb.

“Saya melakukan hak jawab ini agar publik mendapatkan informasi yang berimbang, serta sebagai bentuk pembelaan terhadap nama baik saya sebagai pekerja media dan akademisi hukum yang menjunjung tinggi etika kerja dan profesionalisme,” pungkasnya.