Jakarta, 01/09/2025–Kritik terhadap kepolisian kian masif setelah aksi-aksi demonstrasi sejak 25 Agustus yang diwarnai tindakan represif aparat. Organisasi Muda Madani Indonesia menilai Polri di bawah kepemimpinan saat ini telah gagal menjaga marwah demokrasi sekaligus menjauhkan bangsa dari cita-cita mewujudkan masyarakat madani.

Dalam wawancara dengan awak media, Ketua Umum Muda Madani Indonesia, Noer Syabilah Ramadyni, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

“Empat tahun terakhir kiprah Sigit sebagai Kapolri tidak memberi perubahan berarti. Yang kita lihat justru berulang kali kekerasan aparat terhadap rakyat. Kalau sudah selama itu memimpin tapi rakyat tetap jadi korban, berarti memang gagal dan harus dicopot,” ujar Noer, Senin (1/9).

Noer juga menyoroti Kapolda Metro Jaya yang baru beberapa pekan menjabat. “Kapolda Metro Asep ini baru seumur jagung memimpin, belum genap sebulan, tapi rakyat sudah dipertontonkan wajah represif aparat. Kalau sejak awal sudah salah jalan, lebih baik segera dicopot sebelum memperburuk keadaan,”tambahnya.

Menurut Noer, rakyat tidak bisa terus-menerus dijadikan korban atas kegagalan kepemimpinan kepolisian. Ia mengingatkan bahwa Polri adalah alat negara, bukan alat kekuasaan. “Kalau polisi terus menjadi mesin represi, kepercayaan rakyat akan hancur. Demokrasi tidak bisa ditegakkan dengan pentungan, tapi dengan keberanian mendengar suara rakyat,” tegasnya.

READ  Besok! Kapolri Jenderal Listyo Sigit Dijadwalkan Silaturrahim ke Pesantren di Pamekasan

Ia juga menekankan, cita-cita membangun masyarakat madani yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadabansemakin jauh dari kenyataan.

“Madani artinya adab, menempatkan rakyat sebagai subjek bangsa, bukan objek kekerasan. Selama aparat masih memukul rakyat, maka nilai-nilai madani itu hancur di depan mata kita,” ungkap Noer.

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi prinsip masyarakat madani, Muda Madani Indonesia menolak segala bentuk kekerasan negara terhadap rakyatnya. Mereka percaya bahwa demokrasi hanya bisa hidup jika ruang publik terbuka bagi suara masyarakat tanpa takut intimidasi.

Muda Madani Indonesia menegaskan bila tuntutan ini diabaikan, gerakan perlawanan sipil konstitusional akan semakin meluas. “Kalau Presiden serius menjaga demokrasi, hentikan kekerasan dan copot pimpinannya. Kalau tidak, rakyat akan bergerak lebih besar. Karena suara rakyat adalah ruh dari masyarakat madani yang tidak bisa dibungkam dengan senjata dan pentungan,” tutup Noer Sayabilah Ramadyni.