JAKARTA,KORAN TIMES– Balai Pertemuan Kelurahan Pancoran pada 30 Juli 2025 menjadi saksi lahirnya gelombang perubahan. Di ruang yang dipenuhi antusiasme warga, Sampoerna University bersama pemerintah kelurahan dan berbagai instansi terkait menggelar urung rembuk – forum dialog terbuka yang mempertemukan pelaku UMKM dan anggota Pokdatan Lele Pancoran.

Sebanyak 30 peserta hadir, tak sekadar mendengarkan, tetapi aktif berbagi cerita, tantangan, dan mimpi besar untuk membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera.

Program ini lahir dari kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, kepada Santo, S.Sn., M.Ds., M.M., M.CHt, Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin, M.Sc, dan Dr. Iwan Setiawan bersama dosen dan mahasiswa Sampoerna University.

Dr. Iwan Setiawan, selaku panitia menjelaskan tujuan kegiatan tersebut dalam rangka mengangkat potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan peternak lele, menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.

Budidaya lele, kata Dr. Iwan Setiawan, telah lama menjadi sumber penghidupan utama bagi sekitar 20 peternak di bawah naungan Gapoktan Lele Pancoran. Namun, di balik rutinitas panen, masih ada tantangan yang terus membayangi tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pada pakan komersial, terbatasnya pemanfaatan teknologi, minimnya inovasi produk, dan strategi pemasaran yang belum optimal.

“Urung rembuk ini menjadi ruang aman bagi warga untuk mengungkapkan permasalahan yang selama ini hanya menjadi percakapan di tepi kolam. Dari diskusi itu, lahirlah komitmen bersama untuk bergerak maju,” Ungkap Dr. Iwan Setiawan.

READ  Seleksi BPH Migas Dikritik, Publik Ragukan Tata Kelola Energi Nasional

Selanjutnya, ia menjelaskan pelatihan pakan alternatif berbasis sisa roti akan mengurangi beban biaya, optimalisasi mesin pakan akan meningkatkan efisiensi, diversifikasi produk olahan lele dengan dukungan teknologi seperti mesin pengaduk abon dan vacuum sealer machine akan membuka peluang baru.

”Bagi Sampoerna University, program ini adalah bukti nyata bahwa riset dan pengabdian dapat menghasilkan perubahan langsung di tengah masyarakat,”katanya.

Pihaknya, menjelaskan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci perubahan berkelanjutan.

Dari Pancoran (Sampoerna University), semangat pemberdayaan ini diharapkan terus bergema, menembus batas wilayah, dan menginspirasi daerah lain untuk membangun masyarakat yang kreatif, tangguh, dan sejahtera, menuju terwujudnya visi besar Indonesia Emas 2045.

“Sementara penguatan branding dan pemasaran digital akan membawa produk Pancoran menembus pasar yang lebih luas,” Urainya.

Lurah Pancoran, Rachmat Basuki, menyambut langkah kegiatan tersebut dengan penuh optimisme.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa saat akademisi, Pemerintah, dan masyarakat berjalan bersama, hasilnya bukan hanya ilmu yang dibawa pulang, tetapi solusi nyata yang menggerakkan perekonomian warga. Kami akan mendukung penuh agar program ini berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Yuni pelaku UMKM setempat menyampailan bahwa kegiatan tersebut sangat memberikan ilmu baru bagi masyarakat setempat.

“Saya merasa seperti mendapatkan arah baru. Tidak hanya tahu caranya membuat produk olahan, tapi juga bagaimana menjualnya dengan lebih percaya diri,” kata Ibu Yuni, pelaku UMKM setempat.

READ  Diduga Lakukan Cawe-Cawe Proyek, Menteri PU Dodi Hangodo Didemo Mahasiswa

Sementara Ridwan dari Pokdatan Lele Pancoran menjelaskan dirinya merasa termotivasi untuk mengembangkan usahanya.

“Lewat kegiatan ini, tidak merasa sendirian lagi. Ada harapan baru untuk usaha kami,” Katanya.